BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Denpasar Festival menjadi event seru bagi masyarakat Kota Denpasar di penghujung tahun. Menyajikan beragam sajian menarik seperti pameran kerajinan UMKM, kreativitas anak muda hingga kuliner. Sejalan dengan tema Denpasar 2018 yaitu “Urban Playground”.

Denfest tahun ini memberi porsi dan ekspos lebih kepada permainan tradisional Bali. Permainan- permainan tradisional dikemas melalui berbagai cara mulai dari menampilkannya pada pembukaan Denfest 2018, Jumat (28/12/2018) lalu hingga berupa eksebisi yang tujuannya memberi interaksi kepada pengunjung khususnya anak terhadap permainan tradisional.

Seperti yang terlihat di hari ketiga penyelenggaraan Denfest 2018, Minggu (30/12) nampak keseruan di areal lapangan Puputan Badung, I Gusti Ngurah Made Agung dimana para pengunjung yang mayoritas membawa anak- anaknya dapat mengenalkan permainan tradisional yang mungkin saja di zaman sekarang susah ditemui. Dengan dibantu sejumlah instruktur dari Sanggar Hung Bali, anak- anak pengunjung Denfest 2018 dengan asyiknya mencoba aneka jenis permainan tradisional Bali seperti Tengkleng, Metajog, Memobil – mobilan, Mecagcag, dan Ular Tangga yang keseluruhan area permainanya dibentangkan di sisi barat lapangan Puputan Badung.

I Gede Arya Swastika dari Hung Bali menjelaskan dengan dibangunnya “Playground” atau areal bermain massal di Denfest 2018 bertujuan mengenalkan kembali beraneka jenis permainan tradisional yang sudah sangat jarang dijumpai dan dimainkan oleh anak di era sekarang. “Selain juga penting dalam membentuk karakter anak seperti rasa saling menghargai dan tolong menolong melalui interaksi saat memainkan permainan tradisional bersama rekannya,” paparnya.

Lebih lanjut dikatakan, kegiatan yang kami laksanakan pada hari ini berupa sosialisasi, lomba dengan hadiah buku cerita karya Bapak Made Taro dan interaksi langsung kepada pengunjung dengan memainkan permainan tradisional. Para instruktur yang membantu anak- anak bermain merupakan bimbingan langsung tim dari Bapak Made Taro  yang kita kerahkan sebanyak 15 orang dengan dibantu oleh Forum Anak Daerah Kota Denpasar.

Salah seorang anak yang sedang bermain, Wikan mengaku baru pertama kali memainkan permaianan mecagcag dimana memainkannya melewati rintangan berupa tongkat bambu dengan mengikuti irama lagu. “Permainannya sangat seru, namun memainkannya sedikit susah, namun sudah dibantu oleh kakak – kakak instrukturnya. Mau dong kalau nanti diajak bermain permainan tradisional seperti ini lagi” ujarnya. (esa/humas-dps/bpn)

loading...