Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Melalui evaluasi diharapkan seka teruna se-Kota Denpasar mampu menghadapi perubahan jaman yang terjadi sekarang ini. Mengingat dalam evaluasi seka teruna ini diawali dengan pembinaan pembinaan yang telah dilakukan oleh tim evaluasi Kota Denpasar. Demikian disampaikan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra saat menghadiri evaluasi Seka Teruna Yowana Saka Bhuwana, Br. Tainsiat, Desa Dangin Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Minggu (8/10/2017).

“Seka teruna yang ada di Kota Denpasar harus mampu menjadi pilar pelestarian adat dan budaya Bali. Mengingat seka teruna ini merupakan generasi penerus untuk melestarikan adat dan budaya Bali,” ujar Rai Mantra.

Terlebih lagi seka teruna Teruna Yowana Saka Bhuwana, Br. Tainsiat berada di pusat kota tentunya mempunya banyak tantangan terutama melalui perkembangan teknologi. Untuk itu melalui evaluasi ini diharapkan sekaa teruna tidak terpengaruh jauh terhadap perubahan jaman sehingga meninggalkan adat dan budaya yang ada. Terlebih lagi sekarang ini keberadaan seka teruna merupakan generasi “Z”.

Dimana generasi ini merupakan generasi mellinial yang lebih membentuk generasi lebih individual. Melalui pembinaan dan evaluasi sekaa teruna yang diselenggarakan sekarang ini dihapkan dapat mengatasi kelemahan-kelemahan generasi mellinial ini.

Baca Juga :  Pujawali di Pura Balai Agung Wanasari Tengah

Lebih lanjut Rai Mantra menambahkan pada prinsipnya semua generasi yang ada menginginkan untuk mewujudkan kebahagian. Untuk itu Rai Mantra berharap dalam mencapai kebahagian tersebut seka teruna harus berpedoman pada Tri Hita Karana. Dalam implementasi Tri Hita Karana terutama prahyangan tidak hanya untuk melakukan persembahyangan melainkan menerapkan ajaran-ajaran agama sesuai dengan kondisi sekarang ini.

“Saya harapkan kepada semua seka teruna agar juga mempelajari ajaran agama untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sedangkan untuk pawongan saat ini untuk pendidikan dan kesehatan telah berjalan dengan baik. Sehingga tidak ada anak sampai putus sekolah. Sedangkan untuk pelemahan Rai Mantra mengajak semua pihak termasuk seka teruna bagaimana mewujudkan pelemahan yang asri, hijau dan bebas dari sampah. Bila semua tuntunan Tri Hita Karana dapat dijalankan dengan baik maka kebahagian dalam kehidupan ini dapat tercapai.

Ketua Tim Penilai Cokorda Putra Wisnu Wardana menambahkan evaluasi ini dilakukan setelah melakukan pembinaan di masing-masing seka teruna. Menurutnya evaluasi ini jangan dijadikan suatu beban melainkan sebagai pelajaran untuk lebih mempersiapkan diri para generasi muda dalam menyosong masa depannya. Ia berharap apa yang telah dapat dalam pembinaan ini agar terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Seka Teruna Yowana Saka Bhuwana AA Bagus Agung Dodi Erawan mengatakan sekaa teruna ini berdiri tahun 1937 dengan nama KPT. Setelah itu berubah nama menjadi Sekaa Teruna Yowana Saka Bhuwana. Saat ini jumlah seka teruna Yowana Saka Bhuwana 200 orang terdiri dari 130 laki-laki dan 70 perempuan dimana kebanyakan dari mereka masih sekolah dan ada yang sudah bekerja. (gst/humas-dps/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :