Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kepala SMK Kesehatan Bali Medika, Drs. Gde Rimaya, DMM., tampak tersenyum manis melepas satu persatu siswa dari 140 siswa kelas XII yang lulus 100 persen tahun ini, saat upacara wisuda,Sabtu (10/6/2017). Dari jumlah itu 119 siswa paket keahlian Keperawatan dan 21 siswa paket keahlian Analis Kesehatan/Teknologi Laboratorium Medik.

Saat itu, juga dilangsungkan acara pengambilan sumpah profesi asisten tenaga keperawatan dan perayaan HUT ke-8 SMK Kesehatan Bali Medika.
Yang istimewa lagi, lulusan SMK Kesehatan Bali Medika telah memiliki sertifikat kompetensi dari LSP Asnakes Indonesia. Dengan sertifikat kompetensi tersebut, lulusan SMK Kesehatan Bali Medika sudah siap bersaing dan bekerja baik di Indonesia maupun di ASEAN.

SMK Kesehatan Bali Medika merupakan sekolah kesehatan pertama di Bali. Tentu dalam hal managemen tak diragukan lagi. Dalam hal menghadapi persaingan, SMK Kesehatan Bali Medika telah memiliki cara jitu, yaitu menerapkan disiplin asrama.

Artinya, setiap anak yang bersekolah di SMK Kesehatan Bali Medika harus masuk asrama yang telah disedikan untuk menerapkan disiplin. Ini sesuai dengan tema HUT ke-8 SMK Kesehatan Bali Medika yakni ‘’Mewujudkan lulusan yang berkualitas, berbudaya, berkarakter, kompetitif dan unggul di bidang kesehatan’’.

Baca Juga :  TP PKK Buleleng Dukung Program Berbagi dan Menyapa di Desa Sembiran

Kepala SMK Kesehatan Bali Medika, Gde Rimaya didampingi Ketua Yayasan Bali Medika, I Putu Sutika Patra, S.Pd., M.Si., mengatakan, pihaknya menanamkan kedisiplinan pada siswa. Salah satunya dengan mengasramakan siswa. Dengan mengasramakan juga melatih kemadirian siswa. ‘’Karena ketika mereka bekerja harus madiri, tidak bisa bergantung pada orang lain,’’ ujarnya.

Kata Gde Rimaya, SMK Kesehatan Bali Medika dalam mendukung kegiatan belajar mengajar siswa bekerja sama dengan beberapa rumah sakit di Bali seperti RSUD Tabanan, RSUD Wangaya, RSUD Mangusada Badung, RSUD Sanjiwani Gianyar, RSAD, Laboratorium Nikki, Laboratorium Quantum, dll. Para lulusannya, kata Gde Rimaya, 90 persen melanjutkan studi ke tingkat yang lebih tinggi, sedangkan 10 persen bekerja.

Baca Juga :  Bergerak Cepat ‘’Prime Service’’, Jasa Raharja Bali Serahkan Santunan Kematian Korban Kecelakaan di Buleleng

Tahun ini, lulusan SMK Kesehatan Bali Medika banyak diterima di PTN dan PTS melalui jalur SNMPTN, SBMPTN dan jalur PMDK Politeknik Kesehatan Kemenkes Denpasar. Sementara siswa yang bekerja, ada bekerja di RS Kasih Ibu, RSUD Wangaya, Laboratorium Nikki dan Laboratorium Quantum.

SMK Kesehatan Bali Medika memiliki dua paket keahlian yaitu Keperawatan dan Analis Kesehatan/Teknologi Laboratorium Medik. Mengingat daya kapasitas asrama hanya 200-an siswa, maka tahun ini SMK Kesehatan Bali Medika menerima siswa dengan jumlah yang tamat. ‘’Kita melepas sekian, kita terima juga sekian,’’ imbuh Gde Rimaya.

Ketua Komite SMK Kesehatan Bali Medika, Drs. I Made Maja Winaya, M.Si., sangat gembira dengan prestasi SMK Kesehatan Bali Medika. Selain lulus dengan predikat baik, lulusan tahun ini juga meraih juara III LKS tingkat nasional.

Inilah yang sebut, bangun dari sadar dan bangkit meraih prestasi. Untuk itu, dia ingin lulusan SMK Kesehatan Bali Medika tak boleh menjadi pengangguran melainkan menjadi tenaga kesehatan yang berkualitas.

Baca Juga :  Seleksi Tahap Awal, Penjurian AHM Best Student 2021 Regional Bali Digelar dengan Virtual

Maja Winaya juga memberi apresiasi, SMK Kesehatan Bali Medika disamping menjadi tempat pendidikan, juga memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat luas. Jadi anak-anak bisa langsung menerapkan ilmunya, berhadapan langsung dengan masyarakat dengan praktek yang sesungguhnya.

Di acara yang dihadiri pula kabid SMK Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Komang Mertadana itu, juga diserahkan penghargaan kepada sepuluh besar lulusan terbaik. Masing-masing Rai Rosita Candra Dewi, Ni Kadek Ayu Lestari Dewi, Ni Luh Pricilia Sari Sudharsana, Ni GA Putu Intan Sofiyantari, Ni Putu Ayu Nani ratih, Agni Manis Sriasih, Yulian Kristalia Nurcahyadi, Firdaus Langi Kareang, Kadek Ayu Kristina Damayanti, dan Putu Ayu Rai Praba sari. (pra/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :