Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Seorang petani yang juga pemangku Pura Luhur Puncak Kembar, I Wayan Wirka (75), jatuh terpeleset di kolam Beji Pancoran Solas, Banjar Baturiti Kelod, Desa/Kecamatan Baturiti, Sabtu (27/5/2017) petang. Nyawa pemangku tersebut akhirnya tak tertolong.

Ketika itu, pemangku yang beralamat di Banjar Pacung, Baturiti, pergi mandi ke Beji Pancoran Solas. Dia diantar anaknya, I Made Armawan (31). Mereka pergi ke tempat itu dengan menggunakan sepeda motor Scoopy, yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumahnya.

Saksi Armawan memarkir motornya di pinghir jalan. Selanjutnya mengantar ayahnya turun berjalan kaki ke beji. Selanjutnya, Wirka menyuruh anaknya itu menunggu di atas, di tempat memarkir motor.

Sekitar 1,5 jam, Wirka tak kunjung kelihatan. Hal itu membuat Armawan waswas, dan kemudian turun untuk mencari ayahnya ke beji. Di lokasi itu, saksi melihat tubuh ayahnya dalam keadaan telanjang dan tenggelam, dengan posisi kepala menghadap ke bawah menyentuh dasar kolam beji.

Baca Juga :  Pujawali di Pura Luhur Tanah Lot Dipadati Pemedek

Saksi kemudian ke rumah I Ketut Jaya (54), untuk minta bantuan. Mereka kemudian ke lokasi tersebut, lanjut mengangkat tubuh Wirka dan membawanya ke Puskesmas Baturiti 1. Petugas puskesmas setelah melakukan pemeriksaan, menyatakan bahwa Wirka dalam keadaan sudah tak beryawa lagi.

“Pihak keluarga membawa jenazah Wirka ke rumah duka untuk disemayamkan. Mereka menyatakan menolak untuk otopsi terhadap jenazah tersebut, serta menerima kejadian tersebut sebagai musibah,” ujar Kapolsek Baturiti Kompol I Gede Made Surya Atmaja. (ita/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :