Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Polsek Penebel mendata perempuan hamil di beberapa tempat di Penebel dan sekitarnya. Hal itu terkait penyelidikan kasus penemuan bayi dalam kardus yang dibuang di tempat sampah dekat Pasar Penebel.

“Kami masih mendata sejumlah perempuan hamil di Penebel dan sekitarnya. Penyelidikan kasus ini, juga menyasar ke sejumlah tempat praktik bidan maupun puskesmas,” ujar Kapolsek Penebel AKP I Nengah Sudiarta.

Hingga hari ini, bayi tersebut masih menjalani perawatan di BRSU Tabanan. Menurut Direktur BRSU Tabanan dr. I Nyoman Susila, kondisi sang bayi yang diperkirakan lahir prematur itu pun sudah membaik.

Susila pun mengakui bahwa sejak bayi itu menjalani perawatan di rumah sakit tersebut, tidak sedikit pihak yang datang dan mengatakan ingin mengadopsi sang bayi. “Soal adopsi-mengadopsi itu bukan kewenangan kami. Masalah itu akan diserahkan ke dinas sosial dan kepolisian,” ujarnya.

Baca Juga :  Penerapan E-Learning Sebagai Alat Bantu Mengajar

Mencuatnya kasus itu bermula ketika seorang pedagang di Pasar Penebel, I Gusti Ayu Made Mariyanti (47), menemukan bayi dalam kardus di tempat sampah, Senin (29/5) malam sekitar pukul 20.30. Bayi dalam kardus itu berjenis kelamin laki-laki. Di dalam kardus itu juga terdapat kain batik warna coklat, dan di atasnya ditutupi bantal. Kardus itu dibungkus dengan tas plastik warna merah.

Saksi Mariyanti yang beralamat di Banjar Dinas Penebel Kelod, Desa/Kecamatan Penebel, ketika itu diberitahu oleh anaknya, bahwa ada suara tangis bayi di atas tumpukan sampah. Setelah dicek dan dibuka, ternyata benar ada seorang bayi.

Baca Juga :  Bupati Serahkan Hibah 94 M di Kuta dan Kuta Selatan

Hal itu sempat membuat saksi terkejut dan merasa takut, kemudian mencari saksi I Wayan Muliarta, guna meyakinkan untuk membuka kardus itu. Setelah dibuka, ternyata benar ada seorang bayi dalam keadaan hidup.

Bayi yang belum jelas siapa orangtuanya itu kemudian dilarikan ke Puskesmas Penebel. Setelah dicek, baru diketahui bahwa bayi itu berjenis kelamin laki-laki, dengan berat 2,2 kilogram, dan masih terdapat tali pusar. Bayi itu kemudian dirujuk ke BRSU Tabanan. (ita/bpn)


Pantau terus baliportalnews.com di :