BALIPORTALNEWS.COM – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Denpasar menelusuri penjual rokok elekrik atau vape di Kota Denpasar yang melegalkan anak di bawah umur untuk membeli. Penyebabnya, BNNK Denpasar menerima laporan dari masyarakat ada anak-anak SD di Denpasar saat ini menjadi target marketing rokok elektrik.

‘’Kemunculan rokok elektrik atau vape yang dikatakan lebih aman, akhirnya disalahgunakan oleh sebagian penjual di Denpasar. Kini penjual produk ini mulai menyasar konsumen anak-anak. Ini yang tengah kita telusuri dan sudah kita assesment tingkat ketergantungan siswa SD yang pernah mengisap vape,’’ terang Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Denpasar, Ida Bagus Nyoman Sedana, disela-sela penyuluhan bahaya narkoba di SDN 4 Tonja, Denpasar Utara, Selasa (24/1/2017).

Ia mengatakan, rokok elektrik sebelumnya dianggap lebih aman dibanding rokok tembakau, tetapi rokok elektrik ternyata bukan tanpa risiko. Selain itu hingga saat ini belum diketahui dampak buruk jangka panjang dari rokok elektrik itu. ‘’Kita harus melakukan semua hal yang bisa ditempuh untuk membantu anak-anak menjalani hidup sehat,” ujarnya.

Baca Juga :  Didik Supriyanto: Dunia Internasional Impikan Suasana TPS di Indonesia

Sementara itu, puluhan siswa SDN 4 Tonja mendapatkan pembekalan bahaya narkoba, bertujuan untuk mencegah masuknya bahaya narkoba ke dalam lingkungan sekolah. ‘’Anak-anak ini kita berikan pembekalan, pengenalan bahaya narkoba, karena kita lihat saat ini, narkoba sudah masuk ke lingkungan sekolah, maka kita harus lakukan upaya pencegahan sejak dini,’’ kata Putu Soni Kurniawan, penyuluh dari BNNK Denpasar.

Sementara, Kepala SDN 4 Tonja, Ni Nyoman Indrawati dalam kesempatan yang sama mengungkapkan terima kasih atas sosialisasi pihak BNNK Denpasar. Dirinya berharap, dengan terbebasnya generasi muda dari narkoba maka mereka sebagai generasi penerus dan juga memiliki masa depan sebagai pemimpin bangsa. (tis/bpn; foto:google.com)