BALIPORTALNEWS.COM – Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar, Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum., menegaskan, Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar yang memayungi jenjang pendidikan dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi, berkomitmen mencetak SDM Bali yang suputra.

‘’Dwijendra yang berlandaskan agama Hindu dan budaya Bali, siswanya mendapat  penguatan pendidikan karakter  lewat nilai-nilai budaya Bali dan kesenian,’’ ujar Chandra Jaya, M.Hum., saat jumpa pers terkait model pembinaan generasi muda mencegah kenakalan remaja, Selasa (8/11/2016).

Jumpa pers juga dihadiri Danunit Inteldim 1611/Badung, Lettu Inf. Bagus Kusnandar serta pimpinan unit di Dwijendra.

Lebih lanjut dikatakan Chandra Jaya, kemajuan jaman global dewasa ini, banyak membawa godaan bagi anak muda Bali. Termasuk ancaman pergaulan bebas dan tindak kriminal lainnya. Makanya dia mengajak jajaran pers untuk ikut membangun remaja Bali dengan mengindahkan norma-norma yang ada demi kemajuan pendidikan dan mencerdaskan anak bangsa.

Di Dwijendra, kata Chandra Jaya, penguatan karakter dengan sentuhan budaya dan kesenian diharapkan bisa memperhalus budi. Makanya satu-satunya sekolah yang menerapkan model pembelajaran agama Hindu plus praktik langsung hanyalah di Dwijendra.

Setiap pelajaran agama Hindu, siswa di kelas diajarkan majejahitan, membuat banten upakara dan uparengga. Setiap purnama  siswa diajak dialog agama dan ngayah ke pura-pura sekitar sekolah. Hal ini dilakukan sekali lagi untuk memperkuat pendidikan karakter siswa.

Satu lagi program baru  yang dijalani di Dwijendra adalah mewajibkan semua guru masatua Bali lima menit saat memulai mata pelajaran. Mengenalkan kesusastraan Bali erat kaitannya dengan visi dan misi Yayasan Dwijendra sebagai pusat pelestarian dan pengembangan budaya Bali dan agama Hindu.

Namun sekolah ini tetap mengemban misi nasional yani terbuka bagi semua agama dan menjunjung tinggi tugas mencerdaskan anak bangsa. Termasuk akan merekrut sepuluh psikolog untuk membantu guru BK memantau satu per satu siswa SMA Dwijendra. “Ini hanya sebuah upaya untuk memberikan bimbingan sesuai bidang ilmunya. Paling tidak bisa mengisi jiwa anak-anak yang saat ini sering galau,” jelasnya.

Model-model pendidikan yang diterapkan di Dwijendra ini, kata dia, terbukti melahirkan generasi muda Bali yang andal, cerdas dan kuat akar budayanya. Anak-anak SMP Dwijendra Denpasar belum lama ini meraih juara I  lomba cerdas-cermat  agama Hindu. Sementara SMA Dwijendra Denpasar meraih juara III lomba Paskibraka  se- Bali di Unhi.

Chandra Jaya menegaskan Dwijendra sudah membentengi siswanya dengan berbagai model pendidikan karakter. Termasuk melibatkan unsur TNI dalam hal ini Kodim untuk memberikan materi pendidikan berkarakter dalam bentuk materi ceramah tentang bela negara dan kedisiplinan.

Dikatakan, pelibatan unsur militer bukan dengan maksud membawa militerisme masuk ke lingkungan sekolah, tetapi karena mereka masih dianggap teruji kedisiplinannya. Untuk itu dia kembali mengingatkan pentingnya trias pendidikan yakni sekolah, keluarga dan masyarakat saling bersinergis membentengi diri remaja dari pengaruh  di era global ini untuk menjadi pemilik masa depan. (tis/bpn)

Keterangan Foto: CEGAH KENAKALAN REMAJA – Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar, MS Chandra Jaya didampingi Danunit Inteldim 1611/Badung, Lettu Inf. Bagus Kusnandar dan IB Alit Bajra Manuaba saat memberi keterangan pers terkait model pembinaan generasi muda mencegah kenakalan remaja.

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini