27.6 C
Denpasar
Selasa, 19 Oktober 2021
Beranda blog Halaman 2

Disperindag Denpasar dan FPPD Kota Denpasar Siap Optimalisasi Peran Pasar Rakyat

0
Pasar Rakyat
Disperindag Denpasar dan FPPD Kota Denpasar Siap Optimalisasi Peran Pasar Rakyat. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar dan Forum Pengelola Pasar Desa (FPPD) Kota Denpasar sepakat untuk mengoptimalisasi peran pasar rakyat, untuk meningkatkan revitalisasi fisik, management, ekonomi dan sosial.

Untuk itu Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar mengadakan rapat koordinasi dengan mengundang OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, Senin (18/10/2021) di Gedung Sewaka Dharma Lumintang Denpasar.

Kadis Disperindag Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari mengatakan, rapat koordinasi  bertujuan untuk menggali potensi dan inovasi di pasar rakyat yang nantinya dapat dicantumkan di dalam Perjanjian Kerjasama. Selain itu rapat ini untuk menyatukan komitmen untuk mencapai tujuan bersama yaitu penguatan dan pemberdayaan pasar rakyat.

Dari hasil rapat yang dilakukan, Sri Utari mengaku telah disepakati bahwa   kinerja pengelola pasar lebih di optimalkan dan meningkatkan pelayanan pedagang pasar kepada konsumen. Untuk mencapai semua itu diperlukan pelatihan, sosialisasi dan Fokus Grup Discution.

Selain itu dalam keberhasilan pengelolaan pasar rakyat didalamnya juga diperlukan fasilitasi Perumda Pasar Sewakadarma dengan Forum Pengelola Pasar Desa.

“Agar peran pengelolaan pasar dalam mengedukasi pedagang sehingga nantinya   taat melaksanakan tera dan tera ulang,” ujar Sri Utari.

Dari rapat koordinasi ini diharapan Ketua Forum Pasar Desa, juga mengadakan  pertemuan  seperti ini untuk mensinergikan rencana-rencana kegiatan atau program pasar rakyat dapat diselaraskan dengan program maupun kegiatan dari perangkat daerah.(adv/bpn)

Sidang Paripurna RAPBD 2022, Gubernur Koster: Proyeksi Pendapatan Daerah Telah Dihitung Secara Cermat

0
APBD
Sidang Paripurna RAPBD 2022, Gubernur Koster: Proyeksi Pendapatan Daerah Telah Dihitung Secara Cermat. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Rapat Paripurna ke-30 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan III Tahun Sidang 2021 di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Provinsi Bali, Senin (18/10/2021).

Sidang yang dipimpin Ketua DPRD Provinsi Bali, Nyoman Adi Wiryatama itu mengagendakan penyampaian Raperda inisiatif dewan tentang Pembentukan Dana Cadangan Pemilihan Umum Legislatif, Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Tahun 2024, penyampaian jawaban Gubernur atas Pandangan Umum Fraksi terhadap Raperda tentang APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2022 dan  penyampaian Raperda Provinsi Bali tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

Sidang paripurna diselenggarakan secara hybrid (kombinasi offline dan online). Secara offline, sidang paripurna dihadiri sejumlah anggota dewan, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra beserta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kelompok ahli pembangunan. Sementara sebagian undangan mengikuti secara online melalui aplikasi zoom meeting.

Terkait pandangan fraksi terhadap RAPBD Semesta Berencana 2022 yang disampaikan dalam siding paripurna sebelumnya, Gubernur Wayan Koster menyampaikan bahwa proyeksi pendapatan daerah telah dihitung secara cermat dengan memperhatikan tren pertumbuhan ekonomi, data potensi dan realisasi pendapatan tahun 2021.

Ia menyebut, sejauh ini pertumbuhan ekonomi Bali telah membaik, namun secara Year on Year (YoY) masih belum pulih. Gubernur kelahiran Desa Sembiran ini menyampaikan terimakasih atas dukungan, saran dan maşukan untuk mengoptimalkan dan mengatasi stagnannya PAD akibat berkurangnya Pendapatan Transfer Pusat.

Terhadap pertanyaan Dewan terkait Raperda tentang Retribusi Perizinan Tertentu, ia telah menyiapkan implementasinya, antara lain melalui penerapan sistem pembayaran retribusi nontunai secara elektronik melalui pemanfaatan BPD payment dan menyiapkan integrasi antara BPD payment dengan sistem e-perizinan.

Berikutnya mengenai usulan Dewan untuk penyederhanaan administrasi relaksasi pajak daerah dan pengenaan retribusi bagi perusahaan yang menggunakan branding nama Bali, mantan anggota DPR RI tiga periode ini akan mempertimbangkan dan mengkoordinasikannya dengan mengikuti mekanisme dan kaidah-kaidah yang berlaku untuk menghindari dampak dan permasalahan hukum. Sedangkan mengenai peluang peningkatan potensi pajak dan perizinan minuman beralkohol, menurutnya masih perlu dikaji dari aspek kewenangan dan regulasi yang ada.

“Untuk peningkatan potensi pendapatan dari pengelolaan Sumber Daya Air, saya telah menyiapkan Raperda Perlindungan dan Pengelolaan Sumber Daya Air, yang materinya masih memerlukan harmonisasi dengan integrasi Revisi Perda RTRW dan RZWP3K serta Raperda Perubahan RPJMD,” urainya.

Pada bagian lain, Gubernur yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Bali ini setuju dengan masukan Dewan terkait penyusunan anggaran yang harus mengedepankan prinsip efektif dan efisien untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga menjelaskan terjadinya penurunan anggaran belanja yang signifikan sebesar Rp1,8 triliun lebih, disebabkan karena pada tahun 2021 terdapat alokasi anggaran PEN sebesar Rp 1 triliun  dan telah mengakomodir anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), sedangkan dalam RAPBD Tahun 2022 tidak ada dana PEN dan belum mengakomodir alokasi belanja yang bersumber dari DAK.

Ditambahkan olehnya, pengalokasian besaran anggaran untuk urusan pendidikan dan kesehatan yang bersifat mandatory spending telah dirancang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Untuk pendidikan telah dirancang alokasi anggaran sebesar 26,40%, untuk kesehatan telah dirancang sebesar 16,12%,” sebutnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Koster juga menanggapi sejumlah masukan dan saran dewan yang substansinya di luar materi Raperda. Terkait masukan dan saran anggota dewan untuk mendorong aktivitas perekonomian, ia telah menyusun strategi pemulihan perekonomian dengan konsep Ekonomi Kerthi Bali yang substansinya penguatan sektor pertanian, perikanan, kelautan, serta industri kecil dan menengah.

Berikutnya soal penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di satuan Pendidikan SMA/SMK/SLB se-Bali, ia mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dengan hati-hati, mempertimbangkan dinamika kasus dan pengawasan yang konsisten oleh Satgas Covid-19.

Pada bagian lain,  Gubernur Koster juga menjelaskan tentang konsep pengembangan Pelabuhan Benoa menjadi BMTH (Bali Marine Tourism Hub) yang telah melalui kajian yang sangat komperhensif melibatkan multi stakeholders dengan mengakomodasi dan mengintegrasikan kepentingan perekonomian nasional, kepentingan pengembangan perekonomian Bali, kepentingan budaya, kepentingan lingkungan hidup, pelibatan masyarakat lokal dan kepentingan korporasi BUMN.

Sesuai dengan agenda sidang, dalam kesempatan itu Gubernur Koster juga menyampaikan penjelasan terkait Raperda tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Diuraikannya, Pengelolaan Keuangan Daerah saat ini diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2014 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

Dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2019 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah, maka Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2014 tidak sesuai lagi dengan perkembangan hukum dan kebutuhan saat ini, sehingga perlu diganti.

Rancangan Peraturan Daerah ini mencakup pengaturan mengenai perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan dan penatausahaan, serta pertanggungjawaban keuangan daerah. Substansi pengaturan dalam Rancangan Peraturan Daerah ini telah disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2019 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah.(bpn)

Capaian RPJMD Kabupaten Buleleng 2017-2022 Siap Dikebut

0
RPJMD
Capaian RPJMD Kabupaten Buleleng 2017-2022 Siap Dikebut. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Memasuki tahun terakhir pada 2022, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Buleleng, Bali 2017-2022 siap dikebut. Ini dilakukan mengingat masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Buleleng hanya tersisa sebelas bulan lagi.

“Kami tidak menampik bahwa RPJMD yang telah dirancang terganggu oleh adanya pandemi Covid-19. Namun, kami optimis dan akan mengerahkan seluruh tenaga untuk mencapai target dari RPJMD ini,” ujar Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat ditemui usai mengikuti Rapat Paripurna Penyampaian Jawaban Bupati Atas Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Buleleng Terhadap Ranperda Tentang APBD Tahun Anggaran 2022 di Ruang Sidang DPRD Buleleng, Senin (18/10/2021).

Sutjidra menjelaskan pada akhir masa jabatannya bersama Putu Agus Suradnyana selaku Bupati Buleleng berusaha untuk mencapai target yang tertuang dalam RPJMD. Walaupun terhalang pandemi, segala upaya, kemampuan dan pikirannya akan dioptimalkan untuk mencapai target yang telah dirancang.

“Masa jabatan kami akan berakhir Agustus 2022 mendatang. Kami optimis dan akan melakukan yang terbaik untuk pembangunan Buleleng,” jelasnya.

Keadaan pada masa pandemi tidak hanya dirasakan oleh Kabupaten Buleleng. Akan tetapi, dampaknya dirasakan secara nasional. Segala upaya pemenuhan target capaian pembangunan di beberapa daerah lain khususnya di Bali memang terkendala oleh adanya pandemi Covid-19.

Tidak hanya di kabupaten, melainkan provinsi dan pemerintah pusat juga mengalami hal serupa. Untuk Buleleng, target capaian pembangunan terkoreksi sedikit karena masih fokus dalam penanganan pandemic Covid-19.

“Penanganan Covid-19 belum selesai dari tahun 2020. Tahun 2022 masih dalam situasi pandemi dan penanganannya masih memerlukan fokus dari pemerintah. Tidak hanya daerah yaitu kabupaten dan provinsi, tapi juga pemerintah pusat,” ucap Sutjidra.

Lebih lanjut, Sutjidra mengungkapkan Pemkab Buleleng masih memprioritaskan penanganan pandemi Covid-19. Isi dari RAPBD tahun 2022 ini juga merupakan arahan dari pemerintah pusat. Selain itu, ada pemberian jaring pengaman sosial dan upaya peningkatan UMKM.

Khusus untuk sektor pertanian, pihaknya masih menunggu besaran Dana Transfer Daerah dari pemerintah pusat. Ini dikarenakan, Kabupaten Buleleng dan kabupaten lainnya serta Provinsi Bali pada umumnya masih mengandalkan sektor pariwisata untuk menunjang pendapatan asli daerah (PAD). Sehingga, jika tidak menggunakan dana transfer daerah, belum bisa memenuhi kebutuhan anggaran di sektor lainnya seperti sektor pertanian ini.

“Kalau misalkan transfer daerah datang lagi, kita akan mengoptimalkan dana yang kami terima tersebut untuk mengakselerasi program-program khususnya di sektor pertanian,” pungkas Wakil Bupati asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan ini.(adv/bpn)

Kunjungi Workshop di Desa Pulukan, Wabup Ipat Apresasi Limbah Jadi Produk Bernilai 

0
LImbah
Kunjungi Workshop di Desa Pulukan, Wabup Ipat Apresasi Limbah Jadi Produk Bernilai. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, JEMBRANA – Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana meninjau langsung rumah workshop pengolahan barang-barang limbah ramah lingkungan yang terdapat di Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Senin (18/10/2021).

Dalam kunjungannya tersebut, Wabup Ipat melihat secara langsung bagaimana proses produksi dari awal hingga sampai menjadi sebuah produk yang memiliki nilai jual.  Seperti kayu-kayu bekas, batok dan kloping kelapa yang disulap oleh tangan-tangan terampil menjadi sebuah produk-produk seperti serving board (talenan kayu), coco mozaik, serta tempat buah yang terbuat dari kloping kelapa.

Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna pada kesempatan itu menyampaikan apresiasinya terhadap ide dan gagasan yang dicetuskan oleh rekan-rekan di rumah workshop dalam memanfaatkan barang-barang limbah ramah lingkungan disulap menjadi barang-barang yang mempunyai nilai jual.

“Hari ini kita mengunjungi workshop di Desa Pulukan, sekaligus melihat secara langsung bagaimana barang-barang limbah ramah lingkungan yang sebelumnya tidak memiliki nilai jual, kemudian diolah dan diberikan sentuhan kreativitas sehuingga menjadi barang yang memiliki nilai jual bahkan sudah menyentuh pasar ekspor. Tentu, saya sangat mengapresiasi hal itu, apalagi ditengah situasi Pandemi Covid-19 ini, dengan adanya rumah workshop dapat  membuka lapangan  kerja yang secara langsung akan berdampak pada kembali  mengeliatnya  roda perokonomian masyarakat yang ada di Desa Pulukan,” ucapnya.

Lebih lanjut Wabup Ipat juga berharap, ke depan agar lebih banyak lagi inovasi-inovasi terhadap produk-prduk yang dihasilkan dirumah workshp ini.

“Meski saat ini jumlah produksi yang masih terdapat, tentu ke depan, saya juga berharap kepada rekan-rekan di workshop ini agar berinovasi pada setiap produk-produknya. Tentu selain mutu dan kwalitas sebuah produk yang harus dijaga, berinovasi itu juga perlu. Menciptakan sebuah produk baru dari babarang-barang limbah ramah lingkungan yang memang sesuai dengan minat pasar lokal maupun pasar ekspor,” ujarnya.

Sementara itu, Heri Sutiawan selaku pemiliki perusahaan/workshop menuturkan bahwa workshop ini bergerak pada bidang kerajinan (handycraft) yang berkonsentrasi pada pengolahan limbah-limbah atau barang-barang yang tidak terpakai, untuk kemudian diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual. Terkait produksinya dilakukan secara manual (handmade) dengan jumlah pekerja sebanyak 40 orang lebih yang keseluruhan dari warga sekitar desa Pulukan.

“Untuk produk yang dihasilkan sementara ini sebanyak 3 buah produk diantaranya serving board (talenan kayu), coco mozaik, serta tempat buah yang terbuat dari kloping kelapa mengingat kapasitas produksi dan jumlah tenaga kerja, namun begitu  ke depannya juga kami akan berionovasi untuk menciptakan produk-produk baru. Pasar ekspor yang saat ini disasar yakni Negara Rusia, UK (United Kingdom), dan Amerika Serikat,” pungkasnya.(bpn)

Pimpin Desk Program APBD Perubahan, Bupati Tamba Soroti Realisasi di Masing-masing OPD

0
APBD
Bupati Tamba Soroti Realisasi di Masing-masing OPD. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, JEMBRANA – Meski serapan anggaran pada APBD Induk yang ada di setiap OPD sudah baik yakni, 67 persen alias kabupaten Jembrana berada di posisi  puncak dari setiap kabupaten dan kota di Bali,  tentu  menjadi komitmen Pemkab Jembrana bersama-sama OPD untuk menyelesaikan sisa serapan anggaran sebesar  43 persen lagi karena APBD Perubahan akan segera berakhir pada tanggal 15 Desember 202 ini.

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba mengumpulkan seluruh pimpinan OPD di lingkup Pemkab Jembrana serangkaian desk APBD Perubahan serta evaluasi serapan anggaran ditahun berjalan, bertempat di ruang pertemuan lantai 2 Gedung Kesenian Bung Karno.

Didampingi Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna dan Sekda I Made Budiasa, Senin (18/10/2021), rapat termasuk menggali berbagai persoalan serta langkah-langkah yang akan diambil khususnya yang dihadapi para OPD itu sendiri,

Diketahui, serapan anggaran pada APBD Induk yang ada di setiap OPD sudah baik yakni, 67 persen. Posisi itu juga tergolong baik karena kabupaten Jembrana berada di posisi puncak dari setiap kabupaten dan kota di Bali.

Komitmen selanjutnya tentu untuk menyelesaikan sisa serapan anggaran sebesar 43 persen lagi karena APBD Perubahan akan segera berakhir pada tanggal 15 Desember 202 ini.

“APBD Induk sudah ketok palu dan anggaran perubahan akan segera berakhir pada tanggal 15 Desember ini. Meski kita (Jembrana) serapan anggaran sudah dianggap baik bahkan berada diposisi teratas, kami tidak serta merta berpuas diri,” kata Bupati Tamba.

Untuk anggaran APBD Perubahan, kata Bupati Tamba pada bulan Desember 2021 dipastikan clear. “Anggaran perubahan akan berakhir tanggal 15 Desember 2021. Setelah kami cermati dari penyampaian masing-masing OPD, ada beberapa hal yang dipandang untuk dilakukan perubahan, diantaranya adalah masalah di Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga.

Untuk Dinas Kesehatan, saat ini kita tahu Puskesmas menerapkan pola dengan dua shift yakni, ship pagi dan sore. “Cabalah Dinas Kesehatan evaluasi pola ini. Kalau dalam shift sore pelayanan yang dberikan maksimal hanya dibawah rata-rata 10 persen saja, itu tidak perlu kita lanjutkan lagi, cukup shift pagi saja,” ungkapnya.

Sementara untuk Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga, Bupati asal Desa Kaliakah ini minta agar pemberian beasiswa di evaluasi. Pasalnya, pemerintah kabupaten Jembrana mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk biaya pendidikan.

”Ada Perbup yang dikeluarkan sebelumnya tentang pemberian beasiswa berprestasi. Pemberian beasiswa seperti itu kami pastikan Perbupnya di tahun 2022 akan kami ubah,” tegasnya.

Bupati Tamba, jika pemberian beasiswa tetap mengacu kepada Perbup tahun 2019, pihaknya memastikan Perbup itu tidak memiliki roh dan rasa keadilan.

”Prestasi anak orang kaya dan prestasi anak orang miskin tentu beda. Anak orang miskin pulang sekolah mereka kerja termasuk makanan mereka juga kerap mengkonsumsi makanan yang kurang bergizi. Sementara anak dari orang kaya, mereka datang dari sekolah, segala kebutuhan di rumahnya telah tercukupi, sehingga anak itu sendiri tinggal belajar tanpa memikirkan beban kerja lainnya. Maka saya pastikan Perda untuk pemberian beasiswa di tahun 2022 mendatang akan segera kami tetapkan,” tegasnya.

Sementara bagi siswa miskin, bupati Tamba harap, akan mengupayakan siswa miskin belajar short term. ”Ke depan saya inginkan siswa-siswa miskin di Jembrana ini nantinya belajar sampai di tingkat diploma. Ini kita akan fasilitasi sampai mereka dapat pekerjaan. Dengan demikian, secara perlahan keluarga miskin akan bisa dituntaskan,” pungkasnya.(bpn)

Pemkot Denpasar Terima Bantuan Alat Kesehatan dari Grab

0
Alat Kesehatan dari Grab
Pemkot Denpasar Terima Bantuan Alat Kesehatan dari Grab. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar menerima santunan berupa bantuan alat Kesehatan untuk fasilitas Kesehatan dari Grab. Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Direktur Grab Indonesia Halim Wijaya kepada Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa Senin (18/10/2021).

Dalam kesempatan itu Direktur Grab Indonesia Halim Wijaya mengatakan, bantuan ini diberikan sebagai bentuk perhatian dan apresiasi Grab Indonesia kepada Pemerintah Kota Denpasar dalam penanganan Covid-19. Disamping itu Pemerintah telah mendukung program operasional grab yang telah berjalan di Kota Denpasar.

“Dengan bantuan ini diharapkan dapat membantu Pemkot untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19,” ungkap Halim.

Lebih lanjut ia mengatakan, Grab telah memiliki berbagai program yang telah berjalan dan berkolaborasi dengan Kota Denpasar. Salah satunya grab express kerjasama dengan Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar dalam hal mempermudah warga dalam pengambilan dan pengantaran berkas administrasi kependudukan.

Langkah ini juga tidak terlepas dari adaptasi kebiasaan baru masyarakat di masa pandemi Covid-19, dengan penerapan protokol kesehatan yang terus gencar dilakukan terlebih untuk memberikan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

 Layanan itu juga untuk mengurangi tatap muka langsung saat pandemi seperti saat ini. Selain itu ia mengaku Grab memiliki program digitalisasi yang dikerjasamakan di beberapa pasar tradisional maupun toko modern. Dengan berbagai aplikasi ini dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat.

Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa mengucapkan terima kasih kepada Grab Indonesia atas bantuan yang diberikan, dengan bantuan dapat meringankan beban masyarakat Kota Denpasar yang terdampak Covid-19. Bantuan ini akan segera diserahkan ke fasilitas kesehatan di Kota Denpasar.

Menurut Arya Wibawa Pemerintah Kota Denpasar saat ini telah melakukan penataan di kawasan wisata Sanur. Dalam penataan itu akan dibangun berbagai fasilitas untuk melengkapi real publik di sana. Bahkan dalam hal itu dilakukan penataan terhadap 94 warung.

Untuk penataan warung merupakan bantuan CSR dari pihak swasta. Untuk mendukung wilayah Sanur menjadi pusat destinasi wisata di Kota Denpasar, Arya Wibawa berharap Grab ikut serta serta membantu dalam penataan warung warung. Selain itu diharapkan berkenan untuk memfasilitasi sepeda listrik. Mengingat areal di Sanur akan dibangun central parkir.

“Dengan adanya sepeda listrik bisa mendukung kawasan wisata Sanur menjadi destinasi kelas dunia,” ujarnya.(adv/bpn)

Digelar Virtual, AHM Uji Kemampuan Instruktur Keselamatan Berkendara

0
Astra Honda Motor
Digelar Virtual, AHM Uji Kemampuan Instruktur Keselamatan Berkendara. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA  –  PT  Astra  Honda  Motor  (AHM)  terus  memperkuat  keterampilan  para  instruktur keselamatan berkendara dengan mengadakan Astra Honda Virtual Safety Riding Instructors Competition 2021. Kompetisi ini merupakan bentuk adaptasi AHM di masa pandemi agar dapat terus melakukan kalibrasi kompetensi instruktur dan advisor safety riding sepeda motor Honda di Tanah Air.

Melibatkan  2.000  advisor  safety  riding  yang  terdiri  dari  karyawan  dealer  dan  komunitas Honda, kompetisi instruktur keselamatan berkendara ini dimulai pada 18 Oktober – 14 November 2021 untuk seleksi regional. Seleksi dilanjutkan tingkat nasional pada 22 – 26 November 2021, yang melibatkan 168  advisor safety riding dan 60 instruktur safety riding dari seluruh Indonesia.

General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya mengatakan kompetisi instruktur safety riding virtual ini merupakan upaya perusahaan untuk memastikan kemampuan instruktur safety riding Honda terus terkalibrasi sehingga bisa efektif dalam menyampaikan edukasi keselamatan berkendara kendati berada di masa pandemi.

“Para instruktur safety riding Honda terus berkreasi dalam mengampanyekan keselamatan berkendara selama masa pandemi. Oleh karena itu, kami berupaya terus menjaga kualitas dan kompetensi dari para instruktur Honda sebagai salah satu bentuk komitmen dalam mewujudkan budaya keselamatan berkendara yang aman dan nyaman untuk seluruh pengguna jalan,” ujar Andy.

Dalam Astra Honda Virtual Safety Riding Instructors Competition 2021, para peserta diuji dalam hal pemahaman dan keterampilan mengenai keselamatan berkendara. Saat uji kemampuan teori, akan diukur pengetahuan dan pemahaman para peserta tentang keselamatan berkendara. Dalam hal keterampilan, para instruktur diuji mengenai kreativitas dan kemampuan memberikan edukasi keselamatan berkendara pada masyarakat. Selain itu, mereka juga diuji kemampuan menganalisa dan mengantisipasi potensi bahaya serta mengedukasi konsumen terkait prediksi bahaya saat berkendara.

Bagi main dealer yang memiliki Safety Riding Center seperti main dealer area Banten, Jakarta- Tangerang, Jambi, Riau, Jawa Timur, Sumatera Utara, Yogyakarta, dan Jawa barat mendapatkan pengujian tersendiri. Para instruktur safety riding dari ke-delapan kota tersebut akan diuji kemampuan  mengembangkan  program  pelatihan  safety  riding  berdasarkan  analisa  kebutuhan calon peserta pelatihan.

Honda Riding Trainer

Instruktur   safety   riding   Honda   juga   diuji   dalam   mengedukasi   keselamatan   berkendara menggunakan alat simulasi Honda Riding Trainer (HRT). Saat ini, AHM memiliki 940 HRT yang tersebar di seluruh Indonesia dan telah dimanfaatkan oleh 23,4 juta orang sejak tahun 2002. Advisor  dealer  dan  juga  komunitas  Honda  yang  merupakan  bagian  dari  agen  perubahan keselamatan berkendara juga diuji kemampuan dalam hal memprediksi bahaya melalui Honda Riding Trainer.

“Kemampuan   memprediksi   bahaya   telah   menjadi   perhatian   utama   kami   sebagai   upaya berkontribusi menurunkan tingkat kecelakaan di jalan raya. Melalui kompetensi para advisor safety riding melatih keselamatan berkendara dengan bantuan HRT, diharapkan kepekaan memprediksi bahaya dapat menjadi budaya baru di jalan raya,” tutup Andy.(bpn)

Generasi Muda Bersama Precious Island Kembali Menggelar Global Youth Conference

0
GYC
Generasi Muda Bersama Precious Island Kembali Menggelar Global Youth Conference. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – 17 tujuan berkelanjutan dari Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan perserikatan bangsa-bangsa pada 25 September 2021 silam, telah menjadi isu yang mengglobal di seluruh belahan dunia.

Setelah sukses menggelar Global Youth Conference pada 2020 lalu, dengan dipelopori oleh Precious Island, sinergi anak muda dari berbagai daerah di nusantara kembali secara resmi mengumumkan akan menggelar Global Youth Conference (GYC) on SDG pada 27 – 28 November 2021 mendatang. Menimang pandemi yang masih terjadi, konferensi tahun ini akan digelar sepenuhnya secara daring.

Dicanangkan akan mengundang 10.000 pemuda-pemudi dari seluruh negeri untuk turut ambil bagian, melalui konferensi ini diharapkan generasi muda mampu menuangkan gagasan kreatif dan inovasi berkelanjutan di daerahnya dalam rangka pencapaian SDG oleh anak muda di Indonesia.

Konferensi tahun ini akan menampilkan banyak pembicara muda dan pembicara ahli yang sangat inspiratif. Perubahan iklim, kesetaraan dan pengembangan potensi anak muda, tantangan industri terhadap pendidikan dan teen preneurship akan menjadi tema besar yang diangkat oleh masing – masing pembicara dan akan dibagi kedalam 4 sesi panel pada hari pertama serta kedua Conference.

Beberapa topik tersebut diangkat karena memiliki benang merah yang cukup kuat dengan 8 tujuan SDGs yaitu : mengentaskan kemiskinan, pendidikan, kesetaraan gender, pekerjaan dan pergerakan ekonomi, infrastruktur serta inovasi, produksi dan konsumsi, ketimpangan serta perubahan iklim.

Salah satu pembicara muda yang akan meramaikan euforia GYC tahun ini adalah Salsabila Regita Cahyani, seorang sahabat tuli yang sangat berprestasi. Beliau akan membagikan kisah inspiratif dan lika-liku perjalanan hidupnya dalam memperjuangkan pengakuan masyarakat terhadap sahabat disabilitas melalui berbagai karya dan pencapaian yang diraihnya.

“Global Youth Conference memiliki urgensi tinggi untuk dilaksanakan terutama agar buah-buah pikiran anak muda tentang SDGs tetap mendapatkan ruang di tengah upaya kebangkitan kita dari masa pandemi,” kata Ari Gunawan selaku ketua panitia GYC 2021.

Hal ini selaras dengan tujuan diselenggarakannya GYC yakni sebagai momentum dan titik temu bagi berbagai opini, strategi, aksi dan inovasi anak muda sehingga dapat diwadahi dan dikembangkan setiap tahunnya sesuai dengan relevansi zaman.

Disamping berbagai sesi panel yang sangat unik dan menarik. GYC on SDG 2021 juga akan diisi dengan rangkaian kegiatan dengan fokus terhadap kreasi-kreasi anak muda untuk SDG baik melalui forum diskusi maupun ekspresi seni dan kewirausahaan serta Virtual Tour.

Menjelang puncak acara pada November mendatang, berbagai kegiatan penyerta telah dilaksanakan sebagai pemantik perkenalan GYC on SDG 2021 pada khalayak banyak. Berbagai campaign, webinar, talk show dan kompetisi digelar dengan berbagai tema selama 2 bulan terakhir dan mendapatkan respon yang sangat luar biasa dari masyarakat terutama generasi muda.

Campaign Food Wise sebagai upaya untuk menyadarkan masyarakat untuk tidak membuang – buang makanan. Veron fighter, campaign tentang konservasi air. Eco Talk For Youth, talkshow inspiratif tentang sampah dan Talkshow Talk With Us Bonding To Speak Up sebagai upaya interaktif untuk menghapus stigma terkait kaum disabilitas.

Kompetisi menari untuk bumi yang bekerjasama dengan kita poleng bali dan Sustainable Teenprenur Competition turut andil meramaikan euforia menuju GYC 2021. Seluruh informasi mengenai GYC 2021 dapat diakses di www.preciousisland.id/gyc2021 atau lewat kanal akun media sosial Instagram kami @gyconsdg.(bpn)

Bupati Suwirta Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Musibah Gempa Bumi di Karangsem

0
Sembako
Bupati Suwirta Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Musibah Gempa Bumi di Karangsem. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KLUNGKUNG – Bentuk kepedulian terhadap masyarakat terlihat ketika Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menyerahkan secara simbolis bantuan 2,5 TON Beras dan Mie Instan sebanyak 50 dus kepada Perbekel Desa Ban I Gede Tamu Sugiantara di Kantor Desa Ban, Kecamatan Kubu, Minggu (17/10/2021).

Bantuan yang diserahkan ini nantinya akan didistribusikan untuk warga yang terdampak bencana Gempa Bumi di Desa Ban, Karangasem.

“Saya sangat perihatin melihat musibah ini, apalagi sampai ada warga yang meninggal dunia dan menghancurkan rumah warga. Mari tetap waspada menjaga diri semoga musibah ini tidak pernah terjadi lagi,” ujar Bupati Suwirta di sela-sela menyerahkan bantuan yang didampingi Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa.

Bupati Suwirta juga berharap semoga dengan bantuan ini nantinya dapat meringankan beban masyarakat dan tentunya bermanfaat untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan tentunya bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari,” harap Bupati Suwirta.

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangsem bahwa di Karangasem, ada tiga kecamatan yang terdampak dampak gempa magnitudo 4.8 di Karangasem Bali. Antara lain, Rendang, Bebandem dan terparah di Kecamatan Kubu.

Di Kecamatan Kubu Sekitar 90 persen rumah warga rusak parah. Satu korban meninggal dunia tertimpa bangunan di Desa Ban. Korban yaitu Ni Luh Meriani, balita usia tiga tahun. Di samping korban meninggal, lima warga mengalami luka berat berupa patah tulang dan delapan warga luka ringan, total korban lainnya dan  kerusakan masih dalam tahap penghitungan.

Selain itu, diberitakan sebelumnya gempa bumi dengan magnitudo 4,8 ini mengguncang Kabupaten Karangasem Bali pukul 03.18 WIB. Pusat gempa berada di laut berjarak 8 kilometer di barat laut Karangasem, Bali. Sementara kedalaman gempa 10 km. Namun getaran gempa terasa di Karangasem, Bangli, hingga ke Lombok NTB.(bpn)

Tingkatkan Kompetensi, Kwarcab Denpasar Gelar Gelang Ajar Pembina Pramuka

0
Kwarcab Denpasar
Pelaksanaan kegiatan "Gelang Ajar" pembina Pramuka Kwarcab Denpasar, Minggu (17/10/2021) di SMP Negeri 14 Denpasar. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Meskipun di tengah pandemi, tidak menyurutkan langkah Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Denpasar melaksanakan pembinaan Pendidikan Kepramukaan.

Sebanyak 80 orang Pembina Pramuka golongan Siaga se-Kwarcab Denpasar mengikuti kegiatan ‘Gelang Ajar’ pembina Pramuka Kwarcab Denpasar, Minggu (17/10/2021) bertempat di SMP Negeri 14 Denpasar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan ini dibuka Waka V Gerakan Pramuka Kwarcab Denpasar Dewa Gede Rai.

I Dewa Gede Rai, S.Sos., M.Si, Wakil Ketua V dan juga Ketua Komisi Pengabdian Masyarakat, Humas, Informatika dan Komunikasi Kwarcab Denpasar dalam sambutannya mengajak seluruh pembina Pramuka se-Kwarcab Denpasar untuk senantiasa meningkatkan kompetensi yang dimiliki.

“Pembina Pramuka harus mau dan mampu meningkatkan kompetensinya melalui Gelang Ajar pembina Pramuka dalam upaya pengembangan pendidikan kepramukaan di masing-masing Gugus depan,” kata Dewa Rai yang juga menjabat sebagai Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Denpasar.

Dewa Rai juga menyampaikan melalui Gelang Ajar ini, pembina dapat memberikan bekal pengetahuan, pemahaman, pendidikan dan keterampilan serta wawasan pada peserta didik dalam usaha pengembangan intelektual serta kecakapan hidup secara berkesinambungan.

Ditambahkannya, Gelang Ajar pembina Pramuka ini menjadi wadah bagi pembina dalam meningkatkan kemampuan membina dan mengembangkan kekuatan kepembinaan.

Gelang Ajar ini diharapkan pola pembinaan kepramukaan di Gugus depan bisa semakin baik dan benar-benar sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini penting karena selama ini masih sering dijumpai kegiatan kepramukaan yang belum sesuai dengan aturan dan petunjuk yang ada.

Sementara Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan  Kwarcab Denpasar selaku panitia  Budi Santoso, mengatakan pentingnya penyelenggaraan Gelang Ajar pembina Pramuka setiap golongan.

“Selain sebagai wadah silaturahi sekaligus menambah pengetahuan dan keterampilan Pembina Gudep, Gelang Ajar Kwarcab Denpasar ini dilaksanakan untuk menyiapkan Pembina Pramuka berkualitas, dengan tetap memegang teguh Prinsip Dasar Kepramukaan (PDK) dan Metode Kepramukaan (MK),” kata Budi Santoso.

Gerakan Pramuka sebagai penyelenggara pendidikan kepanduan Indonesia yang merupakan bagian pendidikan nasional yang bertujuan untuk membina kaum muda dalam mencapai sepenuhnya potensi-potensi spiritual, sosial, intelektual dan fisiknya.

Kegiatan serupa yaitu Gelang Ajar Pembina Pramuka akan dilaksanakan untuk Golongan Penggalang pada Minggu (24/10/2021) dan Golongan Penegak dan Pandega pada Minggu (31/10/2021) dengan materi  Latihan Golongan, Bedah SKU dan Administrasi Gugus depan yang diberikan oleh tim Pelatih Wipradarma Kwarcab Denpasar.(adv/bpn)

BERITA TERBARU

IKUTI KAMI

2,836FansSuka
11,838PengikutMengikuti
936PengikutMengikuti
1,511PengikutMengikuti
1,990PelangganBerlangganan