Demi Juara Coffee Tester, Barista Asal Buleleng Rela Puasa Sambal dan Gorengan Selama 5 Hari
Demi Juara Coffee Tester, Barista Asal Buleleng Rela Puasa Sambal dan Gorengan Selama 5 Hari. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Menjadi yang terbaik dalam dunia kopi tidak hanya membutuhkan kemampuan meracik minuman, tetapi juga kepekaan rasa dan penciuman. Demi menjaga ketajaman indra tersebut, seorang barista asal Buleleng, Komang Krisnanda Sutapa (22), rela menjalani “puasa” sambal dan makanan berminyak selama lima hari.

Persiapan unik itu dilakukan Krisnanda sebelum mengikuti Golkar Bali Cup Tester Championship 2026 yang digelar di Zodiak, Subagan, Kabupaten Karangasem, Minggu (5/7/2026).

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga sensitivitas lidah dan penciuman saat menghadapi tantangan membedakan karakter rasa kopi dalam kompetisi coffee tester yang untuk pertama kalinya digelar di Kabupaten Karangasem, bahkan disebut sebagai yang pertama di Bali.

“Sudah lima hari saya tidak makan sambal dan mengurangi makanan berminyak supaya lidah dan penciuman tetap peka. Targetnya tentu juara, biar tidak rugi jauh-jauh datang dari Buleleng ke Karangasem,” ujar Krisnanda.

Barista muda yang telah menekuni dunia kopi selama sekitar 3,5 tahun itu mengaku kecintaannya terhadap kopi mulai tumbuh sejak lima tahun terakhir. Dari berbagai karakter kopi yang dicicipi, ia mengaku lebih menyukai kopi dengan cita rasa pahit.

Bagi Krisnanda, kompetisi di Karangasem menjadi pengalaman keduanya mengikuti ajang coffee tester. Sebelumnya, ia berhasil meraih posisi ketiga dalam kompetisi serupa yang digelar di Singaraja.

Dalam perlombaan ini, para peserta diuji untuk menemukan perbedaan karakter kopi dari sejumlah cangkir yang secara tampilan terlihat sama. Ketajaman indra perasa dan penciuman menjadi kunci utama dalam menentukan kopi yang memiliki cita rasa berbeda.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Karangasem, I Gusti Ngurah Setiawan atau akrab disapa Gus Zombi mengatakan, antusiasme peserta terhadap ajang tersebut sangat tinggi. Bahkan, hanya sekitar satu jam sejak pendaftaran dibuka, puluhan peserta langsung mendaftarkan diri.

“Ini pertama kali di Karangasem bahkan di Bali ada lomba coffee tester. Antusiasmenya luar biasa. Baru 60 menit pendaftaran dibuka sudah ada 60 peserta yang ingin ikut,” katanya.

Karena keterbatasan kuota, panitia akhirnya hanya menerima 32 peserta. Dari jumlah tersebut, 10 peserta berasal dari Karangasem, sementara sisanya datang dari berbagai daerah di Bali.

Menurut Gus Zombi, perkembangan budaya kopi di Karangasem saat ini menunjukkan tren positif. Tidak hanya menjadi gaya hidup, kopi juga membuka peluang ekonomi baru bagi generasi muda dan pelaku UMKM.

“Kopi memiliki banyak cabang profesi, mulai dari barista, latte art hingga coffee tester. Bali juga pernah melahirkan atlet coffee tester tingkat dunia. Karena itu kami ingin mencari talenta-talenta muda di bidang kopi. Sekarang tren di Karangasem juga mulai bergeser dari alkohol ke nongkrong sambil ngopi. Ini tentu menjadi peluang besar bagi UMKM kopi,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan seperti Golkar Bali Cup Tester Championship dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk mengembangkan kreativitas, menggali potensi, sekaligus memperkuat ekosistem industri kopi lokal.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Bali, I Dewa Gede Widiasa Putra Nida, anggota Fraksi Golkar, serta tokoh muda sekaligus anggota DPRD Karangasem, I Gusti Ngurah Gede Subagiarta. (st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News