Polisi saat melakukan olah TKP pencurian ternak babi di Banjar Dinas Mertasari, Desa Tinga-Tinga, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Sumber Foto : Istimewa
Polisi saat melakukan olah TKP pencurian ternak babi di Banjar Dinas Mertasari, Desa Tinga-Tinga, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Lima ekor babi milik salah seorang warga di Banjar Dinas Mertasari, Desa Tinga-Tinga, Kecamatan Gerokgak, Buleleng hilang dalam semalam. Peristiwa tersebut membuat resah masyarakat sekitar karena kejadian terjadi tepat didekat pemukiman warga.

Peristiwa pencurian ini menimpa seorang ibu rumah tangga bernama I Ketut Sukresning (61). Pelaku diduga kuat melancarkan aksinya, Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 22.30 WITA, saat pemilik rumah dan warga sekitar tengah terlelap.

Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz seizin Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman menegaskan bahwa pihak kepolisian saat ini tengah memburu pelaku yang telah merugikan warga tersebut. Kasus ini resmi ditangani berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/11/VII/2026/SPKT/POLSEK KAWASAN PELABUHAN CELUKAN BAWANG/POLRES BULELENG/POLDA BALI.

Baca Juga :  Pencuri Ternak Berantai di Karangasem Diringkus, Polisi Ungkap Modus Pelaku

“Kasus ini menjadi atensi kami. Modus pelaku adalah menyusup ke kandang yang berada sekitar 20 meter dari rumah korban pada tengah malam. Saat ini Tim Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan Celukan Bawang sedang melakukan penyelidikan intensif di lapangan untuk melacak dan membongkar identitas pelaku,” tegas IPTU Yohana Rosalin Diaz, Minggu (5/7/2026).

Aksi pencurian ini baru disadari korban pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 06.30 WITA. Seperti biasa, korban berjalan ke kandang belakang rumahnya untuk memberi makan ternak. Namun, korban terkejut melihat kondisi kandang yang mendadak sepi.

Setelah dihitung, babi miliknya yang semula berjumlah 8 ekor, kini hanya tersisa 3 ekor. Korban sempat melakukan pencarian di sekitar area perladangan dan tetangga dekat, namun 5 ekor babinya lenyap tanpa jejak. Korban terakhir kali memastikan seluruh ternaknya aman pada Jumat petang pukul 18.30 WITA. Akibat pencurian ini, korban mengalami kerugian materiil sebesar Rp6 Juta.

Baca Juga :  Penyakit Misterius Serang Ternak Babi di Karangasem, Puluhan Ekor Mati dalam Tiga Pekan

Kini pihak kepolisian telah melakukan tindakan olah TKP untuk mencari jejak kaki, kerusakan kandang, atau sarana yang digunakan pelaku untuk mengangkut babi.

 Ada sejumlah saksi telah diperiksa dan polisi sedang menelusuri jalur pelarian pelaku serta mengecek kemungkinan adanya jaringan jual-beli ternak ilegal di wilayah sekitar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk memperketat keamanan lingkungan, khususnya para pemilik ternak. Jangan beri celah bagi pelaku kejahatan. Jika melihat ada kendaraan atau gerak-gerik orang asing yang mencurigakan di malam hari, segera laporkan ke pihak berwajib,” pungkas IPTU Yohana.(dar/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News