Eco-Enzyme
Petani Didorong Manfaatkan Eco-Enzyme Sebagai Biopestisida. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Petani didorong untuk memanfaatkan eco-enzyme sebagai biopestisida untuk mengendalikan hama penyakit. Selain ramah lingkungan, eco-enzyme dapat dibuat oleh petani secara mandiri.

“Bahan-bahan yang mudah didapat yaitu limbah kulit buah seperti kulit nanas, kulit jeruk, kulit pisang, jambu, kulit pepaya serta limbah sayuran dan buah lainnya,” ungkap Ketua Tim Program Kemitraan Masyarakat, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa pada Kelompok Wanita Tani Kembang Lestari, Ir. Anak Agung Sagung Putri Risa Andriani, M.Si saat di konfirmasi di Denpasar pada Rabu (16/6/2021).

Baca Juga :  Pesona Sekaa Gong Kencana Wiguna Banjar Kehen Kesiman Warnai Wimbakara PKB XVIII 2026

Putri Risa yang didampingi anggota tim lainnya Dr. Made ayu Gemuh Rasa Astiti, MP dan Ir. Ni Ketut Sri Rukmini, MP mengungkapkan pemanfaatan eco-enzyme dapat menjdi solusi ditengah mahalnya harga pestisida kimia. Penggunaan eco-enzyme juga menjadi jalan dalam upaya mewujudkan pertanian organik.

“Pengendalian hama penyakit dengan eco-enzyme sebesar 80% dan peningkatan hasil produksi hingga 30% karena penggunaan pestisida kimia diganti dengan pestisida nabati,” ungkap Putri Risa.

Ditambahkannya bahwa manfaat eco-enzyme tidak hanya dapat digunakan sebagai biopestisida tetapi juga sebagai pupuk cair, dan anti bakterial. Larutan eco-enzyme  bila  dicampur  dengan  air dapat digunakan  untuk menyiram  tanaman  akan memberi  hasil  buah,  bunga,  atau  panen  yang  lebih  baik.

Produksi eco-enzyme menjadi upaya untuk berkontribusi dalam pengelolaan limbah dan mitigasi perubahan iklim. Mengingat proses fermentasi dalam pembuatan eco-enzyme dihasilkan gas O3 (ozon) yang  sangat  dibutuhkan  atmosfer  bumi.(bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News