Universitas Bali Internasional
353 Mahasiswa UNBI Siap Mengabdi, KKN-PPM Periode IX Jangkau 15 Desa. Sumber Foto : ads/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Universitas Bali Internasional (UNBI) melepas sebanyak 353 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode IX yang akan melaksanakan pengabdian di 15 desa yang tersebar di tiga kabupaten di Provinsi Bali. Pelepasan berlangsung di Aula Universitas Bali Internasional, Jumat,  17 Juli 2026, diawali dengan pembekalan bagi seluruh peserta.

Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Universitas Bali Internasional Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM., para wakil rektor, dekan, ketua program studi, dosen, serta mahasiswa peserta KKN-PPM.

Rektor Universitas Bali Internasional, Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM., mengatakan KKN-PPM merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus belajar langsung dari kehidupan masyarakat.

Menurutnya, pengalaman di lapangan menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi persoalan serta mencari solusi yang tepat bagi masyarakat.

“Saya kira yang tidak bisa kita berikan sepenuhnya di kampus adalah pengalaman langsung di masyarakat. Karena itu pemerintah memiliki program KKN agar mahasiswa turun ke lapangan, mengenali persoalan, kemudian berusaha mencari solusi terhadap masalah yang ada,” ujarnya.

Rektor Universitas Bali Internasional, Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM., saat melepas peserta KKN UNBI pada Jumat, 17 Juli 2026. sumber foto : ads/bpn

Bakta juga mengingatkan seluruh mahasiswa agar menjaga nama baik almamater selama menjalankan pengabdian di desa. Ia meminta peserta KKN memberikan kontribusi positif kepada masyarakat serta mematuhi seluruh pedoman pelaksanaan yang telah ditetapkan.

Baca Juga :  UNBI Teken MoU dengan BPJS Kesehatan, Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Mutu Layanan JKN

“Saudara mempunyai kewajiban memberikan hal-hal yang positif kepada masyarakat. Jangan sampai melakukan hal-hal yang berdampak negatif karena itu akan membawa nama Universitas Bali Internasional. Jalankan KKN sesuai pedoman yang telah diberikan dan manfaatkan kesempatan ini untuk belajar sebaik mungkin,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelepasan Mahasiswa KKN-PPM UNBI, I Nyoman Adikarya Nugraha, S.Kep., Ns., MPH, mengungkapkan KKN-PPM Periode IX menjadi pelaksanaan terbesar sejak program tersebut digelar.

Ia menyebutkan sebanyak 353 mahasiswa diterjunkan ke 15 desa yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Gianyar, Badung, dan Tabanan. Jumlah peserta maupun cakupan wilayah pengabdian mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.

Baca Juga :  UNBI Teken MoU dengan BPJS Kesehatan, Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Mutu Layanan JKN

“Pada periode ini jumlah mahasiswa yang mengikuti KKN mencapai 353 orang. Ini merupakan jumlah terbanyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Demikian juga lokasi pengabdian yang mencakup lima kecamatan dan 15 desa, menjadi yang terbanyak sejak KKN-PPM UNBI dilaksanakan,” katanya.

Sebanyak 353 mahasiswa tersebut dibagi ke dalam 15 kelompok yang masing-masing beranggotakan sekitar 20 hingga 22 orang. Di Kabupaten Gianyar, mahasiswa akan ditempatkan di Desa Keling, Taro, Buahan, Puhu, dan Kerta di Kecamatan Tegallalang. Di Kabupaten Badung, lokasi KKN meliputi Desa Belok Sidan, Sulangai, Petang, Canangsari di Kecamatan Petang serta Desa Sangeh di Kecamatan Abiansemal. Sementara di Kabupaten Tabanan, mahasiswa akan mengabdi di Desa Cau Belayu, Perean Kangin, Tua, Baru, dan Petiga.

Adikarya menjelaskan setiap kelompok akan menyusun program kerja berdasarkan kebutuhan dan potensi desa hasil koordinasi dengan pemerintah desa. Selain itu, mahasiswa juga akan mendukung berbagai program prioritas pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

“Selain membuat program sesuai hasil konsultasi dengan desa, mahasiswa juga akan mendukung program Pemerintah Provinsi Bali dan pemerintah pusat, seperti penanggulangan bencana, pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, serta penanganan persoalan sampah. Program-program tersebut menjadi bagian yang terintegrasi dalam pelaksanaan KKN,” jelasnya.

Baca Juga :  UNBI Teken MoU dengan BPJS Kesehatan, Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Mutu Layanan JKN

Ia berharap pelaksanaan KKN-PPM mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengasah kompetensi, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja bersama masyarakat.

“Kami berharap KKN-PPM periode ini benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat melalui karya mahasiswa terbaik UNBI. Dampaknya juga diharapkan dirasakan oleh mahasiswa sebagai proses pembelajaran dan pada akhirnya turut meningkatkan kualitas Universitas Bali Internasional,” ujarnya.

Sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian, seluruh peserta juga mendapatkan pembekalan dari berbagai narasumber, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), guna membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan kesiapan menghadapi berbagai kondisi di lapangan. Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan program kerja yang relevan dengan kebutuhan desa dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan serta pemberdayaan masyarakat di Bali. (ads/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News