
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIIK) Universitas Bali Internasional (UNBI) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Strategi Kolaboratif & Tantangan Pengembangan Berkelanjutan Menuju Layanan BPJS Berkualitas” di Aula Universitas Bali Internasional. Kegiatan ini menjadi wadah bagi akademisi, praktisi kesehatan, rumah sakit, serta pemangku kebijakan untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan nasional melalui kolaborasi lintas sektor.
Seminar dihadiri jajaran pimpinan Universitas Bali Internasional yang dipimpin langsung Rektor UNBI, Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM., bersama para wakil rektor, dekan, ketua program studi, dosen, mahasiswa, serta berbagai mitra strategis di bidang kesehatan. Kehadiran seluruh unsur pimpinan tersebut mencerminkan komitmen UNBI dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi sekaligus berkontribusi terhadap pengembangan sistem pelayanan kesehatan di Indonesia.
Dalam sambutannya, Rektor UNBI Prof. Dr. dr. I Made Bakta menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan inovasi yang mampu memberikan solusi atas berbagai tantangan pelayanan kesehatan. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan BPJS Kesehatan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan sistem pelayanan kesehatan yang berkualitas, efektif, serta berkelanjutan.
“Kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan merupakan kunci untuk menghadirkan layanan kesehatan yang semakin baik bagi masyarakat. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan inovasi dan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan transformasi sistem kesehatan nasional,” ujarnya pada Jumat, 3 Juli 2026.
Salah satu agenda penting dalam seminar tersebut adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Universitas Bali Internasional dengan BPJS Kesehatan. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, hingga implementasi berbagai program kesehatan yang mendukung peningkatan kualitas layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa dan dosen UNBI diharapkan memiliki kesempatan yang lebih luas untuk terlibat dalam kegiatan akademik maupun praktik profesional yang berkaitan dengan sistem pembiayaan dan pelayanan kesehatan nasional. Selain itu, kolaborasi ini juga menjadi wujud nyata kontribusi UNBI dalam mendukung transformasi layanan kesehatan di Indonesia.
Seminar nasional menghadirkan dua narasumber yang memiliki pengalaman luas di bidang pelayanan kesehatan, yakni Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan RI, Dr. dr. Sutopo Patria Jati, M.M., M.Kes., serta Direktur RSUD Bali Mandara, dr. I Gusti Ngurah Putra Dharma Jaya, M.Kes.
Keduanya memaparkan berbagai strategi penguatan kolaborasi antara institusi pelayanan kesehatan, pemerintah, perguruan tinggi, dan BPJS Kesehatan dalam menghadapi tantangan transformasi sistem kesehatan nasional. Pembahasan mencakup inovasi pelayanan kesehatan, digitalisasi sistem, peningkatan mutu layanan, hingga pengembangan sumber daya manusia kesehatan yang adaptif terhadap perubahan.
Diskusi dipandu oleh Dr. apt. I Gusti Ayu Rai Widowati, S.Si., M.Kes., M.H., CMC., sebagai moderator yang mengarahkan jalannya seminar secara interaktif. Para peserta memperoleh gambaran komprehensif mengenai arah kebijakan pelayanan kesehatan nasional, sekaligus tantangan yang dihadapi dalam implementasi JKN di tengah proses transformasi sistem kesehatan.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai isu strategis, mulai dari implementasi Jaminan Kesehatan Nasional, penguatan jejaring pelayanan kesehatan, hingga peran institusi pendidikan dalam mencetak tenaga kesehatan yang profesional dan berdaya saing, menjadi topik yang mendapat perhatian besar.
Melalui penyelenggaraan seminar nasional ini, Universitas Bali Internasional kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan pendidikan, tetapi juga aktif membangun kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan. Penandatanganan MoU bersama BPJS Kesehatan diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan, pelayanan kesehatan, serta masyarakat luas dalam mewujudkan layanan kesehatan Indonesia yang semakin berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. (ads/bpn)












