Kesurupan di SMPN 1 Selat Berulang, Sekolah Sebut Terkait Pembongkaran Tower WiFi
Kesurupan di SMPN 1 Selat Berulang, Sekolah Sebut Terkait Pembongkaran Tower WiFi. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Peristiwa murid histeris yang terjadi di SMP Negeri 1 Selat dalam beberapa hari terakhir akhirnya mendapat penjelasan dari pihak sekolah. Insiden tersebut disebut berkaitan dengan aktivitas pembongkaran tower WiFi di lingkungan sekolah.

Kejadian kembali terjadi pada Senin pagi (27/4/2026), saat sejumlah murid mendadak menangis dan histeris di area lapangan. Guru dan murid lainnya langsung sigap mengevakuasi dan menenangkan para murid yang terdampak.

Informasi yang dihimpun, peristiwa serupa telah terjadi sejak Jumat sebelumnya, sempat mereda pada Sabtu, namun kembali muncul saat aktivitas sekolah berlangsung.

Baca Juga :  Buleleng Lepas 1.275 Atlet dan Official Menuju Porjar Provinsi Bali

Kepala SMPN 1 Selat, I Nengah Siki Arta, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa jumlah murid yang mengalami histeris tidak banyak dan tidak terjadi secara massal.

“Memang ada kejadian, tapi tidak massal, kurang dari 10 murid. Jumat sempat terjadi, Sabtu tidak ada, dan Senin pagi ada lagi beberapa murid,” jelasnya.

Ia menjelaskan, kejadian tersebut muncul setelah dilakukan pembongkaran tower WiFi yang sudah lama tidak digunakan dan dinilai membahayakan. Saat proses pembongkaran, tower tersebut direbahkan dan mengenai pohon jepun tua di area sekolah.

Baca Juga :  SPMB 2026 Hadir, Buleleng dan Bali Buka Peluang Lebih Luas bagi Siswa Berprestasi

Terkait dugaan penyebab lain yang berkembang di masyarakat, pihak sekolah menyebut hal tersebut masih sebatas informasi yang beredar dan belum dapat dipastikan secara ilmiah.

Sebagai langkah penanganan, sekolah berupaya menenangkan murid serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kondisi tetap kondusif.

“Kami juga berencana melakukan penataan di area tersebut agar ke depan tidak menimbulkan kekhawatiran,” tambahnya.

Pihak sekolah mengimbau agar masyarakat tidak berspekulasi berlebihan dan tetap menjaga suasana kondusif, sembari menunggu penanganan lanjutan.(st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News