
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Di sela-sela kunjungan kerjanya ke Pulau Bali, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mengunjungi LPKS Mediterranean Bali pada Kamis 2 April 2026.
Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah memantau kesiapan tenaga kerja Indonesia di tengah meningkatnya permintaan global, khususnya di sektor pariwisata dan perhotelan.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Mukhtarudin meninjau langsung sejumlah fasilitas yang dimiliki lembaga pelatihan kerja tersebut. Ia juga menyaksikan secara langsung proses praktik para mahasiswa serta proses perekrutan dan penempatan kerja yang didukung oleh PT Las Olas Indonesia.
Pada kesempatan itu, Mukhtarudin mengaku terkesan dengan fasilitas dan sistem pelatihan yang dimiliki LPKS Mediterranean Bali. Ia bahkan menyebut lembaga tersebut sebagai salah satu LPK terbaik yang pernah ia kunjungi.
“Awalnya ekspektasi saya tidak sebagus ini, karena bagi saya LPK itu biasa-biasa saja. Tapi ketika saya lihat, sangat luar biasa LPKS Mediterranean Bali ini. Barangkali ini LPK pertama yang paling bagus yang pernah saya lihat,” ujar Mukhtarudin seraya memuji kelengkapan fasilitas dan kualitas instruktur di lembaga tersebut.
Menurutnya, LPKS Mediterranean Bali dapat menjadi contoh bagi lembaga pelatihan kerja lainnya di Indonesia, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap bersaing di pasar kerja global. Ia menilai keberadaan lembaga seperti ini penting sebagai bagian dari ekosistem untuk mencetak pekerja migran yang terampil (skilled workers).
“Saya kira LPK ini patut kita apresiasi. Kepada LPKS Mediterranean Bali agar terus dikembangkan dan mencetak talenta-talenta anak bangsa. Mudah-mudahan ke depan selain orang Bali, juga semakin banyak dari daerah lain yang masuk ke LPK ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Executive Director Mediterranean Bali, Ni Luh Gede Intan Purwitasari, menyampaikan rasa terhormat atas kunjungan Menteri P2MI tersebut. Ia menilai kunjungan ini menjadi motivasi bagi lembaga pelatihan yang dipimpinnya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan di bidang hospitality.
“Merasa terhormat dan juga terima kasih karena Pak Menteri sudah meluangkan waktu untuk mengunjungi LPKS Mediterranean Bali. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelatihan serta membangun ekosistem yang mampu membuat masyarakat Indonesia semakin kompeten dan siap bersaing di dunia hospitality global,” ujar Intan.
Lebih lanjut, Intan menjelaskan bahwa jumlah peserta latih di LPKS Mediterranean Bali pada tahun akademik 2025/2026 mencapai 2.233 orang. Para peserta tersebut dijadwalkan mengikuti program on the job training pada Juni 2026.
“Untuk on the job training mereka akan ditempatkan di hotel bintang empat dan lima. Sementara untuk penempatan kerja, alumni kami banyak yang bekerja di kapal pesiar maupun hotel di luar negeri, baik di Eropa maupun Amerika,” jelasnya.
Menanggapi isu dampak konflik di Timur Tengah terhadap penempatan tenaga kerja, Intan menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada pengaruh signifikan terhadap keberangkatan alumni Mediterranean Bali, baik ke kapal pesiar maupun negara-negara di Eropa.
“Untuk penempatan kerja di Timur Tengah memang ada, namun selama ini mereka tetap terlapor dan berkomunikasi dalam kondisi yang aman dan terkendali,” imbuhnya.
Saat ini, LPKS Mediterranean Bali memiliki lima kampus cabang yang tersebar di Bali, yakni di Denpasar, Bangli, Ubud (Gianyar), Karangasem, dan Singaraja. Lembaga ini menawarkan berbagai program studi di bidang perhotelan dan kapal pesiar dengan masa pendidikan 1–2 tahun yang berfokus pada praktik.
Program tersebut meliputi Food Production (Culinary), Food & Beverage Service, Housekeeping, Front Office, hingga Bartending, yang dirancang untuk mempersiapkan lulusan siap kerja di industri hospitality internasional.(ads/bpn)












