
BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Insiden kebocoran dialami kapal cepat Putri Island 02 saat berlayar dari Pelabuhan Pemenang menuju Pelabuhan Padangbai, Senin (2/3/2026). Sebanyak 108 penumpang sempat berada dalam situasi darurat setelah kapal dihantam ombak di tengah laut.
Kepala KSOP Padangbai, I Ketut Muliana, membenarkan kejadian tersebut. Kapal yang dinakhodai Fahrur Rozi bertolak dari Pelabuhan Pemenang pukul 11.45 WITA dengan total 108 penumpang, terdiri dari 106 warga negara asing (WNA) dan 2 warga negara Indonesia (WNI) serta 6 awak kapal.
Sekitar lima mil dari Pelabuhan Pemenang, kapal dihantam gelombang tinggi yang menyebabkan keretakan pada bagian atas main deck, tepat di bawah kaca ruang kemudi. Akibatnya, air laut sempat masuk ke dalam kapal setiap kali gelombang menghantam.
“Setiap ada gelombang menghantam kapal, air laut sempat masuk ke dalam. Namun karena ada bilge pump, air laut berhasil dipompa keluar,” ujar Muliana dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3/2026).
Mendapat laporan insiden, KSOP Padangbai segera menginstruksikan kapal-kapal terdekat untuk merapat memberikan bantuan. Kapal Karuniya Perkasa 01 kemudian dikirim untuk melakukan evakuasi.
Pada pukul 14.00 WITA, kapal bantuan tiba di lokasi dan seluruh penumpang berhasil dipindahkan dengan selamat. Kedua kapal selanjutnya berlayar beriringan menuju Pelabuhan Padangbai dan tiba sekitar pukul 15.45 WITA.
Tidak ada korban luka dalam insiden tersebut dan tidak dilaporkan adanya kerugian material dari penumpang. Meski demikian, insiden ini kembali menjadi perhatian terkait keselamatan pelayaran, terutama di jalur penyeberangan Padangbai–Lombok yang kerap menghadapi kondisi gelombang tinggi.
Terkait langkah lanjutan dan evaluasi terhadap kapal yang mengalami kebocoran, pihak KSOP belum memberikan keterangan tambahan.(st/bpn)












