
BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan mengadakan pengajian dalam rangka peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW sebagai momentum penguatan iman dan takwa bagi warga binaan yang beragama Islam, Kamis (22/1/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Candra Prabhawa tersebut diikuti oleh Warga Binaan umat muslim, dengan menghadirkan penceramah dari Kementerian Agama Kabupaten Tabanan, Ustaz Moh. Nurul Hakim. Kehadiran penceramah dari Kemenag diharapkan dapat memberikan pemahaman keagamaan yang sejuk, moderat, dan membangun.
Kegiatan keagamaan ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian guna membentuk kesadaran spiritual serta memperkuat nilai-nilai religius dalam menjalani masa pembinaan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an beserta sari tilawah, yang dilanjutkan dengan sambutan Kepala Lapas Tabanan, pembacaan sholawat Nabi, serta ceramah agama yang mengulas makna dan hikmah peristiwa Isra Mikraj bagi kehidupan umat Islam, khususnya dalam konteks pembinaan diri.
Dalam sambutannya, Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo menegaskan bahwa inti peringatan Isra Mikraj adalah perintah salat lima waktu sebagai sarana komunikasi langsung antara manusia dan Sang Pencipta.
“Isra Mikraj mengajarkan kita tentang pentingnya salat sebagai pondasi keimanan. Saya berharap momentum ini dapat dimanfaatkan oleh warga binaan, untuk memperbaiki kualitas ibadah dan menjadikannya sebagai jalan perubahan ke arah yang lebih baik,” ujar Prawira.
Sementara itu, Ustaz Moh. Nurul Hakim menyampaikan bahwa peringatan Isra Mikraj tidak hanya menjadi pengingat akan peristiwa luar biasa dalam sejarah Islam, tetapi juga sebagai ajang memperkuat tali silaturahmi dan kebersamaan.
“Isra Mikraj merupakan perintah langsung dari Allah SWT yang sarat makna. Melalui kegiatan ini, mari kita perkuat iman dan menjaga hubungan baik dengan sesama,” ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang warga binaan, Robi, mengungkapkan harapannya agar peringatan Isra Mikraj ini menjadi titik balik dalam kehidupannya.
“Saya berharap momen ini bisa menjadi awal untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan memperbaiki diri ke depannya,” tuturnya.
Melalui kegiatan pengajian peringatan Isra Mikraj ini, Lapas Tabanan berharap pembinaan kepribadian warga binaan dapat berjalan secara berkelanjutan, tidak hanya membentuk kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran spiritual sebagai bekal positif ketika kembali ke tengah masyarakat. (ita/bpn)












