Yuliana Ditemukan di Sungai Yeh Ege, Anaknya Ditemukan di Pantai Batu Belig
Yuliana Ditemukan di Sungai Yeh Ege, Anaknya Ditemukan di Pantai Batu Belig. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Korban hanyut di Banjar Dinas Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Tabanan, Yuliana Da Costa Makun (28) dan anak balitanya, Audrey Natania Banafanu (1,5), ditemukan dan sama-sama sudah dalam kondisi tak bernyawa, Kamis (22/1/2026). Ibu dan anak tersebut ditemukan terpisah di dua tempat yang berbeda.

Proses evakuasi dilakukan oleh Tim SAR Gabungan, yang berawal dari informasi tentang penemuan mayat bayi perempuan di pesisir Pantai Batu Belig, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, sekitar pukul 06.30 WITA. Seorang wisatawan mancanegara yang sedang berolahraga yang pertama kali menemukan mayat bayi tersangkut di antara bebatuan di Pantai Batu Belig.

Informasi penemuan bayi tersebut dibenarkan Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati. Kepolisian bersama keluarga langsung melakukan pengecekan ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah (RS Sanglah). Dari pihak keluarga pun memastikan bayi dimaksud adalah Audrey.

“Dari pihak keluarga memang mengakui jika bayi tersebut adalah Audrey. Namun, untuk memastikan hal tersebut ada rencana untuk pemeriksaan tes DNA di laboratorium,” ujar AKBP Bayu Pati.

Sementara pada hari itu juga, sekitar pukul 14.00 WITA, menyusul informasi tentang penemuan mayat perempuan di Sungai Yeh Ege, Banjar Dinas Koripan Kaja, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri. Mayat tersebut teridentifikasi sebagai Yuliana Da Costa Makun, yang tak lain adalah ibu dari Audrey, yang kemudian dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan.

Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, I Nyoman Sidakarya, bahwa mayat Yuliana ditemukan sekitar 6,9 kilometer dari lokasi awal kejadian di Sungai Empelan Subak Jemanik. “Berdasarkan ciri-ciri yang ada, dapat dipastikan bahwa jasad yang ditemukan itu adalah Yuliana. Jenazah langsung dievakuasi menuju ke RSU Nyitdah, Kediri,” ujarnya.

Sementara mayat ibu dan anak tersebut sudah ditemukan, Semi Christian Banafanu, dan satu orang anaknya, Nathalia DeQuenza, berhasil selamat. Semi dalam musibah tersebut mengalami patah kaki dan menjalani perawatan di rumah sakit.

“Dengan demikian, operasi SAR dalam peristiwa ini resmi dihentikan, dan seluruh personel kembali ke satuan masing-masing,” imbuh Sidakarya.

Sementara itu, Dandim 1619/Tabanan, Letkol Inf. Trijuang Danarjati, yang ikut memantau langsung proses evakuasi, mengatakan bahwa tragedi ini sekaligus jadi pengingat dan kewaspadaan bagi masyarakat di Kabupaten Tabanan tentang bahaya cuaca ekstrem akhir-akhir ini.

“Imbauan ini terutama kepada warga yang tinggal di daerah rawan bencana atau di bantaran sungai yang rawan terjadi tanah longsor maupun banjir,” ujarnya. (ita/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News