BALIPORTALNEWS.COM, MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten Badung memperkuat sistem pengamanan kawasan Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, menyusul meningkatnya angka kejadian dan percobaan bunuh diri di lokasi tersebut. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor sebagai langkah preventif sekaligus untuk memulihkan citra Tukad Bangkung sebagai destinasi wisata.
Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah penambahan dua unit kamera pengawas (CCTV) di sisi tengah dan timur jembatan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Badung. Dengan penambahan tersebut, kini terdapat tiga unit CCTV yang beroperasi selama 24 jam untuk memantau aktivitas di kawasan Tukad Bangkung.
Hal ini disampaikan Kepala Diskominfo Kabupaten Badung, I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra, S.Sos., M.A.P., saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengamanan Tukad Bangkung yang digelar di Kantor Camat Petang, Rabu (21/1/2026).
“Untuk saat ini kami telah menambahkan dua CCTV di posisi tengah dan timur jembatan, sehingga total terdapat tiga unit CCTV aktif yang memantau aktivitas di kawasan Tukad Bangkung selama 24 jam. Rapat koordinasi ini juga menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi lintas sektor agar respons di lapangan bisa dilakukan lebih cepat,” ujarnya.
Ia berharap, penguatan sistem pengamanan tersebut dapat menjadi langkah pencegahan yang efektif terhadap kejadian-kejadian yang tidak diinginkan di masa mendatang. Pemerintah Kabupaten Badung, lanjutnya, berkomitmen mengembalikan citra Tukad Bangkung sebagai destinasi wisata unggulan, bukan sebagai lokasi yang dikaitkan dengan peristiwa tragis.
“Mudah-mudahan langkah ini mampu menjadi upaya pencegahan yang efektif. Kami ingin mengembalikan Tukad Bangkung sebagai daya tarik wisata yang aman dan nyaman,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Camat Petang, Anak Agung Ngurah Darma Putra, S.Sos., M.A.P., mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 tercatat sejumlah kejadian bunuh diri di Jembatan Tukad Bangkung, sehingga memerlukan penanganan serius dan berkelanjutan.
“Melalui rapat koordinasi ini, kami ingin memastikan kejadian serupa tidak terulang. Selain penambahan CCTV oleh Diskominfo, Dinas PUPR juga telah memasang kawat berduri, serta Perbekel Desa Pelaga dan Desa Belok akan menyiapkan petugas untuk berjaga di pos pengamanan yang telah disiapkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, maraknya kejadian tersebut berdampak pada citra Tukad Bangkung yang sebelumnya dikenal sebagai destinasi wisata, namun kini kerap dikaitkan dengan insiden tragis.
“Oleh karena itu, kami berkomitmen bersama seluruh unsur terkait untuk memulihkan citra Tukad Bangkung sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman, dan layak dikunjungi oleh masyarakat maupun wisatawan,” pungkasnya.(adv/bpn)













