Longsor Kuwum
Bencana Tanah Longsor dan Banjir Bandang Landa Kuwum Ancak, Dua Orang Hilang Terseret Arus Sungai. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Dua orang masih dinyatakan hilang terseret arus sungai, akibat bencana alam tanah longsor dan banjir bandang di kawasan BTN Kuwun Asri 2, Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Rabu (21/1/2026). Peristiwa tersebut terjadi menjelang subuh sekitar pukul 03.00 WITA.

Diawali dengan hujan lebat yang memicu tembok pembatas perumahan tersebut amblas beserta sebuah bangunan rumah milik I Wayan Sudarma. Begitu juga material longsoran tersebut jatuh ke sungai hingga menutup aliran sungai di Subak Jemanik.

Longsoran tersebut pun berdampak terhadap aliran sungai yang tersumbat, sehingga volume air meningkat, dan kemudian menghantam rumah yang ditempati oleh keluarga Semi Banafanu yang berlokasi di sebelah barat sungai. Volume air yang sangat besar menjebol tembok garasi dan masuk ke dalam rumah, yang pada saat kejadian itu dihuni enam orang.

Baca Juga :  Gastronomy Leaders 2.0: Kolaborasi Industri Restoran Bali Jadi Destinasi Kuliner Berkelas Dunia

Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati mengatakan, ada empat orang yang dilaporkan berhasil menyelamatkan diri. Sementara dua orang lainnya, yakni seorang ibu dan balitanya, terseret aliran sungai yang meluap.

Dari data terkait korban dan kerugian material dari peristiwa tersebut, antara lain Yuliana Da Costa Makun (27) yang belum ditemukan  karena terseret arus, Audrey (1,5) anak korban yang juga belum ditemukan karena terseret arus, dan Semi Christian Banafanu (suami) yang mengalami patah kaki dan kemudian masih dalam perawatan di RSUD Tabanan.

Banjir bandang tersebut juga menyeret sejumlah aset berharga milik warga setempat. Di antaranya dua unit mobil (Daihatsu Xenia dan Suzuki Carry pikap), serta tiga unit sepeda motor (Yamaha N-Max, Honda Scoopy, dan Honda Supra).

Dalam proses pencarian korban di sepanjang aliran sungai, melibatkan sebanyak 147 personel gabungan yang diterjunkan ke lokasi kejadian. Antara lain TNI/Polri terdiri atas Kodim 1619/Tabanan 40 orang, Sabhara Polres Tabanan (30), SAR Polda Bali (15), personel Polsek Marga (15), SAR Yon. B. Brimob Mengwi (9), dan Polairud Polres Tabanan 9 orang. Selain itu, juga Tim SAR dan Penyelamat BPBD Tabanan 10 orang, Basarnas Bali (7), tim medis dari PMI Tabanan (6), dan Dokpol Polres Tabanan (6).

Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf. Trijuang Danarjati yang turut langsung ke lokasi kejadian, mengatakan bahwa petugas di lapangan dibagi menjadi tiga regu untuk menyisir aliran sungai hingga sepanjang sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian.

“Penyisiran kami laksanakan secara manual terlebih dahulu, mengingat kondisi debit air sungai yang masih sangat deras,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, tim gabungan masih terus melakukan penyisiran secara manual maupun teknis di sepanjang sungai wilayah Subak Jemanik. Pemerintah daerah bersama TNI-Polri dan Tim SAR Gabungan memastikan upaya pencarian akan terus dilanjutkan, serta menyiagakan personel, guna mengantisipasi potensi bencana susulan.

Baca Juga :  Gastronomy Leaders 2.0: Kolaborasi Industri Restoran Bali Jadi Destinasi Kuliner Berkelas Dunia

Sementara itu, Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga juga turun langsung meninjau lokasi bencana, dan menyampaikan rasa prihatin. Dia juga menyampaikan imbauan keras kepada masyarakat dan pengembang, terkait posisi bangunan rumah kos yang berada tepat di atas tebing sungai yang sangat curam.

Dirga juga mengingatkan keberadaan sampah sebagai pemicu luapan air sungai, sekaligus minta agar masyarakat untuk berhenti membuang sampah ke sungai, sehingga tidak membahayakan warga yang tinggal di sekitar.

Di sekitar lokasi kejadian, Dirga yang didampingi Dandim dan Kapolres Tabanan, serta pihak terkait, juga menyerahkan bantuan darurat kepada keluarga korban, termasuk obat-obatan yang diperlukan.(ita/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News