Penuntasan Krisis Air Bersih di Munti Gunung, Bank BPD Bali Salurkan Dana CSR Rp750 Juta
Penuntasan Krisis Air Bersih di Munti Gunung, Bank BPD Bali Salurkan Dana CSR Rp750 Juta. Sumber Foto : Istimewa

BALIPOTALNEWS.COM, KARANGASEM — Upaya penuntasan krisis air bersih di Kabupaten Karangasem terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kali ini, Bank BPD Bali menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp750 juta untuk mendukung program pipanisasi penyaluran air bersih di Desa Adat Munti Gunung, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu.

Bantuan tersebut diserahkan pada Minggu (11/1/2026) dan akan dimanfaatkan oleh tiga subak di wilayah setempat. Program ini diharapkan mampu menjawab persoalan klasik kekurangan air bersih yang selama bertahun-tahun dihadapi masyarakat Karangasem bagian utara, khususnya Kecamatan Kubu dan Tianyar yang dikenal sebagai kawasan kering dengan curah hujan rendah serta struktur tanah berpori.

Direktur IT Bank BPD Bali, Ida Bagus Gede Setia Yasa, mengatakan bahwa bantuan CSR tersebut difokuskan pada pembangunan jaringan pipanisasi untuk menunjang kebutuhan air bersih masyarakat dan sektor pertanian.

Baca Juga :  Implementasi ESG, ITDC Dorong Sanitasi Berkelanjutan di SDN 2 Kuta

“Program bantuan CSR Bank BPD Bali ini merupakan wujud komitmen kami dalam meningkatkan fasilitas sosial masyarakat. Kami terus berkolaborasi dengan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Karangasem untuk mendorong kesejahteraan dan perekonomian daerah,” ujarnya.

Selama ini, keterbatasan akses air bersih berdampak langsung pada kualitas hidup warga. Aktivitas pertanian hanya dapat dilakukan satu kali dalam setahun, sementara kebutuhan air sehari-hari kerap dipenuhi dengan membeli air tangki seharga Rp150 ribu hingga Rp450 ribu per tangki, yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan satu hingga dua minggu.

Petajuh Desa Adat Munti Gunung, Made Regeg, menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya bantuan tersebut. Menurutnya, bantuan CSR ini menjadi harapan baru bagi warga yang telah lama berjuang menghadapi krisis air bersih.

Baca Juga :  Implementasi ESG, ITDC Dorong Sanitasi Berkelanjutan di SDN 2 Kuta

“Dulu warga harus membeli air, bahkan mandi bersama ternak untuk menghemat air. Sekarang kami optimistis kesejahteraan masyarakat akan meningkat, terutama bagi warga Munti Gunung bagian atas,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, rencana penyaluran air akan memanfaatkan sumber air dari Danau Batur untuk wilayah bagian atas, sementara wilayah bawah akan menggunakan sumur bor yang sebelumnya telah diperbaiki.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Karangasem, Bank BPD Bali, serta Jro Nyoman Musna yang telah memfasilitasi bantuan ini,” tambah Regeg.

Sementara itu, Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata menyampaikan apresiasi kepada Bank BPD Bali atas dukungan nyata dalam program penuntasan air bersih di Kecamatan Kubu. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, sektor perbankan, dan masyarakat dapat terus terjalin ke depan.

Baca Juga :  Implementasi ESG, ITDC Dorong Sanitasi Berkelanjutan di SDN 2 Kuta

“Penuntasan air bersih tidak hanya di Kubu, tetapi di seluruh Karangasem. Kami akan terus bekerja keras melobi dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar anggaran penuntasan air bersih dapat terus digelontorkan,” tegasnya.

Bupati yang akrab disapa Gus Par itu juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Bali telah menyatakan komitmennya untuk membantu dan memprioritaskan penuntasan masalah air bersih di Karangasem.

“Ke depan akan ada bantuan yang lebih besar. Pak Gubernur Bali sudah menyatakan siap membantu dan memprioritaskan penuntasan air bersih di Karangasem,” pungkasnya.(adv/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News