BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Kabar positif datang dari sektor pendapatan daerah. Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Karangasem mencatat bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 berhasil melampaui target, meskipun salah satu sumber pendapatan yakni Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) tidak mencapai sasaran.
Berdasarkan data per 30 Desember 2025, dari total target PAD sebesar Rp494.262.674.756, realisasi yang telah masuk mencapai Rp502.352.123.438 atau 101,64 persen dari target. Dengan demikian, PAD Karangasem tercatat surplus Rp8.089.448.682,4 atau naik sekitar 1,64 persen dari target awal.
Pelampauan tersebut merupakan kontribusi dari berbagai sektor pajak daerah, seperti pajak air tanah, PBB-P2, BPHTB, PBJT, serta beberapa jenis retribusi dan pendapatan lainnya yang mencatat kinerja positif hingga akhir tahun.
Kepala BPKAD Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, mengungkapkan bahwa capaian PAD masih berpeluang meningkat mengingat proses pencatatan pendapatan masih terus berjalan hingga penutupan tahun anggaran.
“Kami masih terus upayakan agar capaian PAD dapat kembali meningkat hingga besok, 31 Desember 2025,” ujarnya.
Untuk diketahui, Siki Ngurah mulai menjabat sebagai Kepala BPKAD pada Agustus 2025. Saat itu, realisasi PAD Karangasem baru mencapai Rp326.432.241.287 atau 66,04 persen, dengan kekurangan sekitar Rp167,8 miliar dari target yang telah ditetapkan.
Pelampauan PAD ini menjadi sinyal positif bagi kinerja keuangan daerah, sekaligus menunjukkan efektivitas strategi optimalisasi pajak daerah yang dijalankan sepanjang tahun 2025.(st/bpn)













