Jauh Dari Rumah
Jauh dari Rumah, 32 Calon Murid di Kubu Ogah Daftar Ulang, Dewan Siap Fasilitasi Bus ke Provinsi. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Sebanyak 32 calon murid lulusan SMP asal Desa Pedahan dan Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, memilih tidak melakukan daftar ulang ke sekolah tempat mereka diterima pada tahun ajaran baru ini. Penyebabnya, mereka kecewa karena tidak diterima di sekolah yang dekat dari rumah.

Para orang tua dan calon murid merasa dirugikan dengan sistem penerimaan murid baru (SPMB) tingkat SMA/SMK Negeri yang dianggap tidak berpihak pada mereka. Akibatnya, para murid tersebut kompak tidak mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang mulai digelar sejak Senin (21/7/2025).

Baca Juga :  Asuransi Astra Gelar Literasi Keuangan untuk Ibu PKK di Dauh Puri Kauh

Menanggapi persoalan itu, anggota DPRD Karangasem dari Dapil Kubu, Putu Deni Suryawan Giri, turun langsung melakukan pendataan dan berencana membawa masalah ini ke Dinas Pendidikan Provinsi Bali.

“Saya merasa prihatin, semua anak-anak ini dari keluarga dengan latar belakang ekonomi menengah ke bawah. Harapan mereka agar mendapat sekolah terdekat, tapi justru mendapat sekolah yang lebih jauh. Total ada 32 murid yang tidak mau bersekolah jika tetap di sana, ini saya masih mendata dan mereka juga tidak ikut MPLS karena tidak mendaftar ulang,” ujar Suryawan saat dikonfirmasi, Selasa (22/7/2025).

Baca Juga :  Buleleng Lepas 1.275 Atlet dan Official Menuju Porjar Provinsi Bali

Menurutnya, perjuangan untuk mengubah penempatan murid tersebut akan difokuskan agar mereka bisa diterima di sekolah yang lebih dekat dengan domisili. Namun bila usulan ini tidak diakomodasi, ia mengaku siap menempuh opsi lain yang lebih tegas.

“Itu nanti opsi terakhir. Jika data tersebut gagal, baru nanti kita siap fasilitasi bus untuk mengajak mereka langsung ke Provinsi,” tandas politikus Gerindra tersebut.

Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen terhadap hak anak-anak untuk mengakses pendidikan yang layak dan tidak memberatkan secara ekonomi maupun jarak tempuh. Suryawan berharap, Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga bisa mendengarkan aspirasi masyarakat di daerah pelosok seperti Kubu.(st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News