BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar mengingatkan seluruh calon murid agar lebih teliti dan cermat dalam mengunggah dokumen saat mendaftar Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Negeri 2025/2026, khususnya untuk jalur afirmasi dan mutasi.
Ketua SPMB Kota Denpasar, Ngakan Made Samudra, mengatakan bahwa hingga Kamis (10/7/2025), jumlah penolakan berkas masih cukup tinggi. Banyak kasus terjadi karena kesalahan unggah dokumen yang tidak sesuai dengan ketentuan teknis.
“Kami mencatat masih banyak berkas pendaftaran yang ditolak. Hal ini perlu dicermati dan diteliti ulang agar tidak terjadi kesalahan serupa,” ujar Samudra.
Berdasarkan data Disdikpora Denpasar, berikut rincian jumlah berkas yang ditolak per jalur:
- Jalur afirmasi: Dari 422 berkas yang diajukan, 174 ditolak, sementara 248 sudah diverifikasi.
- Jalur mutasi: Dari 228 berkas, 121 ditolak, 99 berkas diterima, sementara 8 berkas belum diproses.
Penyebab paling umum penolakan, kata Samudra, adalah kesalahan unggah berkas. Misalnya, berkas Surat Keterangan Lulus (SKL) yang seharusnya diunggah malah tertukar dengan dokumen lain.
“Jika terjadi kesalahan unggah, maka calon murid harus mendaftar ulang dari awal,” tegasnya.
Untuk membantu kelancaran proses pendaftaran, Disdikpora telah membuka posko pengaduan di kantor Disdikpora Kota Denpasar. Samudra juga meminta sekolah dasar ikut mendampingi murid lulusannya agar proses pengajuan akun dan unggah berkas berjalan lancar.
Salah satu sekolah yang turut membantu adalah SMPN 17 Denpasar, sekolah baru yang sudah mulai menerima pendaftaran tahun ini.
Plt. Kepala SMPN 17 Denpasar, Ni Nengah Sujani, mengatakan pihaknya telah menyiapkan ruang khusus untuk verifikator dan siap membantu calon murid dalam proses pendaftaran, terutama jika mereka mengalami kendala teknis.
“Kami sudah siapkan tim dan ruang verifikasi. Bila ada calon murid yang mengalami kesulitan, bisa langsung datang dan dibantu,” ujarnya.
Sujani menambahkan, SMPN 17 Denpasar membuka 7 kelas untuk 280 murid baru. Sementara menunggu gedung sekolah selesai dibangun, kegiatan belajar akan dilakukan di SMPN 14 Denpasar pada siang hari.
“Gedung SMPN 17 Denpasar ditarget rampung Desember 2025, jadi di semester II murid sudah bisa pindah ke gedung baru,” jelasnya.
Didirikan di Jalan Nagasari, Penatih Dangin Puri, SMPN 17 Denpasar diharapkan bisa menjangkau wilayah Penatih, Kesiman Kertalangu, dan sekitarnya, yang selama ini harus mengakses SMPN 8, SMPN 12, atau SMPN 14 dengan jarak yang relatif jauh.
“Kami ajak masyarakat untuk tidak ragu memilih SMPN 17 Denpasar. Fasilitas akan lengkap dan sekolah ini disiapkan menjadi sekolah percontohan,” pungkas Sujani.(sa/bpn)













