GOW Karangasem melayat
Ketua GOW Karangasem Kunjungi Rumah Duka, Serahkan Tali Asih untuk Keluarga Korban Ibu dan Anak yang Terseret Sungai. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Tragedi meninggalnya Ni Luh Putu Surya Adnyani (35) dan putra semata wayangnya, I Wayan Eka Wira Yudisthira (10), akibat terseret arus sungai di Desa Seraya Tengah, Karangasem, mengundang empati dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Karangasem, sekaligus Ketua Forum PUSPA Karangasem, Ny. Anggreni Pandu Lagosa.

Didampingi jajaran pengurus, Ny. Anggreni menyempatkan diri mengunjungi rumah duka pada Senin (7/7/2025) untuk menyampaikan langsung belasungkawa dan memberikan tali asih sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga yang ditinggalkan.

Baca Juga :  ITB STIKOM Bali Digitalisasi Pioni Daycare, Orang Tua Kini Bisa Pantau Tumbuh Kembang Anak Secara Real-Time

“Kami sangat berduka atas peristiwa ini. Kehilangan seorang ibu dan anak sekaligus tentu menjadi luka yang mendalam bagi keluarga. Kami hadir di sini sebagai bentuk solidaritas, sekaligus menyampaikan bahwa keluarga tidak sendiri menghadapi cobaan ini,” ujar Ny. Anggreni Pandu Lagosa.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Anggreni juga menyampaikan pesan penting mengenai kewaspadaan menghadapi potensi bencana, terutama saat cuaca ekstrem. Ia menekankan bahwa keselamatan jiwa adalah prioritas utama yang harus diutamakan dalam kondisi apapun.

“Semoga almarhum dan anaknya mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan,” imbuhnya.

Tali asih secara simbolis diserahkan kepada perwakilan keluarga, disaksikan oleh aparat desa dan tokoh masyarakat setempat. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga dalam masa berkabung.

Baca Juga :  ITB STIKOM Bali Digitalisasi Pioni Daycare, Orang Tua Kini Bisa Pantau Tumbuh Kembang Anak Secara Real-Time

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kedua korban terseret arus Sungai Pitpitan saat berusaha melintasi jalur alternatif karena banjir menggenangi jalan utama Amlapura–Seraya pada Minggu (6/7/2025). Jenazah ditemukan dalam kondisi tak bernyawa sekitar pukul 17.30 WITA, dan sempat dievakuasi ke Puskesmas Karangasem II sebelum dipindahkan ke RSUD Karangasem.

Prosesi pemakaman dilangsungkan pada Senin (7/7/2025) siang di setra Desa Adat Selat, disaksikan oleh ratusan warga, kerabat, dan rekan kerja. Isak tangis mengiringi kedatangan ambulans yang membawa jenazah ibu dan anak tersebut, menandai kepergian mereka dengan penuh kesedihan.(adv/st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News