
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Menanggapi keluhan masyarakat terkait dugaan penurunan performa kendaraan usai pengisian bahan bakar di sejumlah SPBU, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus bergerak cepat dengan melakukan investigasi, uji laboratorium, dan membuka layanan pengaduan khusus.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan pertama melalui media sosial pada 16 Juni 2025. Tak sampai 12 jam setelah unggahan tersebut muncul, tim Pertamina langsung turun ke lapangan untuk mengonfirmasi informasi, mengambil sampel bahan bakar dari kendaraan, serta melakukan pelacakan riwayat pembelian BBM.
“Tim kami sudah menuju ke bengkel yang bersangkutan untuk mengambil sampel dari tangki dan filter bahan bakar kendaraan. Sampel tersebut kami kirim ke LEMIGAS untuk diuji lebih lanjut,” jelas Ahad saat ditemui di Denpasar, Senin (23/6/2025).
Lebih lanjut ia menjelaskan, proses pengecekan kualitas BBM dilakukan berlapis sejak produk dikirim dari negara asal (impor), saat tiba dan dibongkar di Terminal Manggis, hingga sampai ke tangki SPBU. Bahkan, SPBU wajib melakukan pengecekan kualitas secara harian dengan mencantumkan hasil pengukuran pada bejana ukur yang dapat dilihat langsung oleh pelanggan.
Terkait temuan endapan atau partikel berat seperti lumpur atau pasir pada kendaraan pelanggan, Pertamina tidak tinggal diam. Selain menunggu hasil uji LEMIGAS, pihaknya juga melakukan pelacakan menyeluruh berdasarkan data pembelian QR code, nomor polisi kendaraan, hingga distribusi BBM dari terminal ke SPBU terkait.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Pertamina menyatakan siap mengganti seluruh biaya penggantian filter solar dan kuras tangki untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Ini bentuk komitmen kami terhadap pelanggan setia. Kami telah membuka help desk di 23 SPBU di Bali dan bekerja sama dengan lima bengkel untuk menangani kendaraan yang terdampak,” ungkap Ahad.
Selain itu, Pertamina juga membuka hotline khusus untuk wilayah Bali dan mengimbau masyarakat yang mengalami kendala serupa agar segera melapor melalui kanal resmi seperti WhatsApp, email, aplikasi MyPertamina, maupun langsung ke SPBU tempat terakhir melakukan pengisian BBM.
Ahad juga menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah menunggu hasil resmi uji laboratorium dari LEMIGAS untuk mendapatkan kepastian terkait kualitas produk.
“Kami akan terus terbuka terhadap kritik dan saran, dan kami tidak tinggal diam. Tindakan korektif akan terus kami lakukan agar ke depan layanan kepada pelanggan semakin optimal,” tutupnya.(tis/bpn)












