Teknologi Pirolisis Hadir di Karangasem, Sampah Plastik Berubah Jadi Energi
Teknologi Pirolisis Hadir di Karangasem, Sampah Plastik Berubah Jadi Energi. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Sampah plastik yang selama ini menjadi salah satu persoalan lingkungan ternyata memiliki potensi besar sebagai sumber energi alternatif. Melalui teknologi pirolisis, limbah plastik dapat diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM), gas untuk memasak, hingga material yang dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai kebutuhan.

Teknologi tersebut diperkenalkan Yayasan Get Plastic Indonesia kepada masyarakat Karangasem dalam kegiatan yang digelar di Museum Pustaka Lontar, Desa Adat Dukuh Penaban, Sabtu (20/6/2026).

Menariknya, BBM hasil pengolahan sampah plastik tersebut langsung dimanfaatkan untuk mengoperasikan genset yang menyuplai kebutuhan listrik, termasuk menyalakan sistem suara selama kegiatan berlangsung.

Koordinator Kegiatan, Raissa Kanaya, menjelaskan bahwa Yayasan Get Plastic Indonesia saat ini fokus mengembangkan riset dan inovasi mesin pirolisis yang mampu mengubah sampah plastik menjadi sumber energi yang bernilai guna.

“Kami fokus pada riset dan inovasi mesin pirolisis yang dapat mengubah sampah plastik menjadi BBM. Melalui kegiatan ini, kami ingin membuktikan bahwa bahan bakar yang dihasilkan benar-benar bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Raissa.

Ia menjelaskan, dalam satu siklus pengolahan, mesin pirolisis mampu memproses sekitar 10 kilogram sampah plastik. Melalui proses pemanasan selama kurang lebih dua jam, limbah plastik tersebut dapat menghasilkan sekitar 10 liter bahan bakar setara solar dan dua liter bahan bakar setara bensin.

Tak hanya menghasilkan BBM, proses pirolisis juga menghasilkan gas yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar memasak. Sementara residu berupa karbon hitam (carbon black) dapat diolah kembali menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, seperti paving block dan produk kerajinan lainnya.

Menurut Raissa, berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, kualitas bahan bakar hasil pirolisis cukup menjanjikan. Bahan bakar setara solar yang dihasilkan diklaim memiliki kualitas sedikit di atas Pertadex, sedangkan bahan bakar setara bensin memiliki angka oktan yang disebut lebih tinggi dibandingkan Pertamax.

Selain itu, hasil pengujian emisi kendaraan yang menggunakan bahan bakar tersebut juga menunjukkan hasil yang positif dan berpotensi menjadi alternatif energi yang lebih ramah lingkungan.

Melalui pengenalan teknologi ini, Yayasan Get Plastic Indonesia berharap semakin banyak desa, komunitas, maupun kelompok masyarakat di Karangasem yang tertarik mengembangkan pengelolaan sampah berbasis pirolisis.

Dengan demikian, sampah plastik tidak lagi dipandang sebagai limbah yang mencemari lingkungan, melainkan dapat menjadi sumber energi alternatif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus membantu mengurangi permasalahan sampah.(st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News