
BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Pemerintah Kabupaten Karangasem di bawah kepemimpinan Bupati I Gusti Putu Parwata (Gus Par) dan Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa mulai menampakkan hasil kerja nyata dalam program 100 hari kerja. Salah satu langkah strategis yang menjadi sorotan adalah penanganan krisis air bersih, terutama di wilayah rawan seperti Kecamatan Kubu.
Dalam waktu singkat, duet kepemimpinan Gus Par–Pandu telah merancang sembilan skema solusi untuk menyelesaikan persoalan air bersih yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan warga.
“Kami tidak ingin Karangasem terus bergantung hanya pada pasokan air dari Telaga Waja. Kami ingin gali potensi lokal dan maksimalkan sumur bor yang ada,” ujar Gus Par, Rabu (18/6/2025).
Melalui survei lapangan yang melibatkan Tim Ahli Bupati dan OPD teknis, pemerintah menemukan sejumlah sumber mata air potensial di berbagai desa. Di Desa Ban, contohnya, terdapat 15 titik mata air di kawasan Desa Adat Daya, dengan debit mencapai 15 liter per detik di musim hujan, dan sekitar 10 liter per detik di musim kemarau.
“Dengan mengandalkan sumber air lokal, kami yakin krisis air bersih di Desa Ban bisa segera teratasi,” tegas Gus Par.
Inovasi lainnya adalah pengalihan penggerak pompa air dari mesin berbahan bakar minyak ke tenaga listrik PLN. Contohnya, di Desa Tianyar Tengah, air dari Telaga Waja kini sudah mengalir ke reservoir Dusun Moncol. Ke depannya, jaringan ini akan diperluas dengan pembangunan reservoir tambahan di Padangsari, untuk mencakup wilayah Muntigunung Kauh.
Langkah serupa juga disiapkan untuk Desa Kubu dan Desa Dukuh, yang akan mengganti sistem pompa berbahan bakar minyak menjadi listrik pada tahun 2026, demi efisiensi biaya dan operasional.
Pemerintah juga merancang perbaikan dan pembangunan infrastruktur air di sejumlah desa:
- Desa Baturinggit: Fokus pada perbaikan pipa transmisi sepanjang 3,8 km dari reservoir Baturinggit ke Dusun Bantas. Ditargetkan mulai 2026.
- Desa Tulamben: Mengoptimalkan sumur bor milik Desa Adat Batudawa dengan debit 7 liter per detik untuk melayani Dusun Batudawa dan Batudawa Kaja.
- Tianyar Barat: Menjajaki pemanfaatan sumur bor di Dusun Karobelahan dengan debit sekitar 7 liter per detik untuk kebutuhan air Dusun Muntigunung dan sekitarnya.
“Semua ini bukan hanya solusi jangka pendek, tapi kami susun sebagai upaya berkelanjutan agar seluruh masyarakat Karangasem mendapatkan akses air bersih secara merata,” ujar Gus Par.
Langkah progresif ini menunjukkan bahwa pemerintahan Gus Par–Pandu benar-benar serius dalam menyelesaikan persoalan mendasar seperti air bersih, yang selama ini menjadi momok di berbagai wilayah Karangasem, khususnya Kecamatan Kubu.
“Kami tidak akan berhenti sampai setiap warga Karangasem bebas dari krisis air bersih. Ini prioritas kami,” tegas Gus Par menutup.(adv/bpn)












