
BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Hujan deras disertai angin kencang menerjang Pura Puseh Desa Adat Munti Gunung, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, pada Rabu (19/3/2025). Akibatnya, sejumlah bangunan pelinggih rusak parah, termasuk Meru Tumpang Solas (11), Pelinggih Tajuk, Gedong, dan Bale Gong.
Padahal, bangunan tersebut baru saja selesai dibangun dengan biaya yang cukup besar. Kerugian akibat bencana ini diperkirakan mencapai Rp800 juta.
“Ya, bangunan ini baru saja selesai dibangun dengan biaya yang cukup besar. Namun, karena cuaca ekstrem, beberapa bagian roboh,” ujar Perbekel Desa Tianyar Barat, I Ketut Karya, Kamis (20/3/2025).
Menurutnya, awalnya hanya Palinggih Meru Tumpang 11 yang roboh. Namun, dalam beberapa jam, bangunan Palinggih Tajuk dan Gedong juga ikut ambruk. Kondisi cuaca ekstrem yang berlangsung hingga malam hari akhirnya menyebabkan Bale Gong ikut roboh diterjang angin kencang.
Atas musibah ini, seluruh pengempon Pura akan segera mengadakan rapat untuk menentukan langkah ke depan. Mengingat kerusakan yang cukup parah, opsi utama yang akan dibahas adalah pembangunan ulang.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Karangasem, Ida Ketut Arimbawa, mengingatkan bahwa cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terjadi hingga esok hari, sesuai prediksi BMKG.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Jika tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya tetap berada di rumah dan melakukan mitigasi mandiri di lingkungan masing-masing,” ujar Arimbawa.(st/bpn)












