BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Pemilih di Karangasem menunjukkan pola yang menarik dan berbeda dalam Pilkada Serentak 2024. Pasangan calon Gubernur Bali nomor urut 2, I Wayan Koster – Nyoman Giri Prasta, meraih kemenangan telak di seluruh kecamatan Karangasem. Namun, hasil tersebut tidak berbanding lurus dengan pemilihan kepala daerah (Pilkada) tingkat kabupaten.
Pasangan petahana, Gede Dana – Nengah Suwadi, yang diusung untuk Pilkada Karangasem justru mengalami kekalahan signifikan. Berdasarkan hasil hitung cepat sementara, pasangan ini hanya memperoleh sekitar 33% suara, jauh di bawah ekspektasi tim pemenangan.
Ketua Tim Pemenangan Dana – Swadi, I Wayan Suastika, mengakui bahwa timnya telah bekerja maksimal dalam menyosialisasikan program kepada masyarakat. Namun, hasil Pilkada menunjukkan mayoritas suara beralih ke kandidat lain.
“Di Pilgub, kami sukses memenangkan Koster – Giri dengan perolehan suara sementara mencapai 54% di Karangasem. Namun, untuk Pilkada, hasilnya berbeda, dengan Dana – Swadi hanya mendapat dukungan 33%,” ujar Suastika, Jumat (29/11/2024).
Menurut Suastika, perbedaan hasil antara Pilgub dan Pilkada mencerminkan kompleksitas preferensi pemilih di Karangasem. Ia menilai masyarakat memiliki pertimbangan yang beragam untuk setiap jenjang pemilihan.
“Strategi dan sosialisasi sudah kami lakukan hampir di semua kecamatan. Namun, masyarakat tampaknya punya penilaian sendiri dalam memilih pemimpin kabupaten,” ungkap politisi asal Banjar Juwuk Legi itu.
Hampir seluruh kecamatan di Karangasem menunjukkan kekalahan Dana – Swadi, meskipun timnya telah berupaya keras dengan berbagai strategi, teknik, dan pendekatan untuk meraih suara.
Fenomena ini menegaskan bahwa pemilih di Karangasem cenderung memiliki preferensi yang terpisah antara pemilihan gubernur dan bupati. Fakta ini menunjukkan karakteristik pemilih yang unik di wilayah ini, di mana loyalitas partai atau kandidat di satu tingkatan tidak selalu tercermin di tingkatan lainnya.
Kemenangan Koster – Giri di Pilgub dan kekalahan Dana – Swadi di Pilkada menjadi pelajaran penting bagi tim pemenangan untuk lebih memahami dinamika pemilih di Karangasem. Dalam demokrasi, hasil seperti ini mencerminkan kebebasan masyarakat untuk menentukan pilihan sesuai dengan penilaian masing-masing terhadap kandidat di setiap jenjang kepemimpinan.(st/bpn)













