
BALIPORTALNEWS.COM, LAMPUNG – Bengkel binaan Astra Honda Youthpreneurship Program (AHYPP) yang digagas Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) terus menunjukkan perkembangan positif. Tak hanya menjadi tempat perawatan sepeda motor, bengkel-bengkel tersebut kini berkembang menjadi motor penggerak ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, hingga menjadi tempat belajar bagi siswa sekolah kejuruan.
Komitmen tersebut kembali diperkuat melalui pelatihan pengembangan bisnis yang digelar di Bandar Lampung pada 25–26 Juni 2026. Dalam kegiatan itu, Yayasan AHM membekali para pemilik bengkel dengan berbagai kompetensi kewirausahaan, baik secara teori maupun praktik, guna meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha.
Sepanjang satu tahun terakhir, sebanyak 24 bengkel binaan Yayasan AHM berhasil mencatatkan total omzet lebih dari Rp7,9 miliar dan menyerap 43 tenaga kerja. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan mampu menciptakan wirausaha mandiri sekaligus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Selain mengalami peningkatan omzet, sejumlah bengkel juga berhasil melakukan ekspansi usaha dengan membuka cabang baru, seperti MAN Motor di Yogyakarta dan Bali Motor di Karangasem, Bali. Tak hanya itu, bengkel-bengkel binaan juga berperan sebagai tempat Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi siswa SMK sehingga turut mendukung pengembangan kompetensi generasi muda.
Salah satu peserta program, Agus Eka Guncara Bisma, pemilik Bengkel Bali Motor di Karangasem, Bali, mengaku merasakan langsung manfaat dari pembinaan yang diberikan Yayasan AHM. Saat ini usahanya telah mampu membuka lapangan pekerjaan bagi tujuh orang karyawan.
“Pendampingan dan penguatan kompetensi yang diberikan Yayasan AHM membantu saya mengembangkan usaha sehingga omzet meningkat dan jangkauan pelanggan menjadi lebih luas. Seiring perkembangan usaha, kami juga dapat membuka peluang kerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, termasuk bagi siswa SMK almamater saya, SMK Negeri 1 Manggis, Karangasem, Bali,” ujar Agus.
Dalam pelatihan kali ini, Yayasan AHM mengundang 18 pemilik bengkel binaan dari berbagai daerah, yakni Riau, Bengkulu, Lampung, Banten, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Kalimantan Selatan.
Mengusung tema “Tingkatkan Kapasitas, Menuju Bengkel Berkualitas”, peserta mendapatkan pembekalan mengenai kepemimpinan, komunikasi, digitalisasi, hingga strategi pemasaran yang dinilai menjadi kunci penting dalam pengembangan bisnis bengkel di era modern.
Tak hanya belajar di dalam kelas, peserta juga mengikuti Selling & Survival Challenge, sebuah program yang dirancang untuk mengasah kemampuan komunikasi, kreativitas, kerja sama tim, kepercayaan diri, serta keterampilan menjual dalam situasi nyata.
Selain itu, para peserta melakukan kunjungan lapangan ke Arizal Service di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, guna mempelajari praktik terbaik dalam pengelolaan usaha, peningkatan layanan, serta strategi pengembangan bisnis.
Ketua Yayasan AHM, Ahmad Muhibbuddin, mengatakan keberhasilan sebuah bengkel saat ini tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis mekanik, tetapi juga kualitas kepemimpinan pemilik usaha dalam mengelola bisnis secara profesional.
“Program ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat. Kami ingin para generasi muda pemilik bengkel binaan tidak hanya menjadi mekanik yang andal, tetapi juga menjadi wirausaha yang mampu memimpin tim, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, memberikan layanan terbaik kepada pelanggan, serta mengembangkan usahanya secara mandiri,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Yayasan AHM juga memberikan apresiasi kepada tiga bengkel binaan terbaik periode 2025–2026.
Penghargaan Best Performance Tingkat Pramandiri diraih Bali Motor asal Karangasem, Bali. Sementara Arizal Service dari Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, menerima penghargaan Best Performance Tingkat Madya, dan Zul Motor dari Serang, Banten, meraih penghargaan Best Compliance.
Melalui program Sinergi Bagi Negeri, Astra Honda Motor berharap AHYPP terus menjadi wadah lahirnya wirausaha muda yang mandiri sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam menciptakan lapangan kerja yang layak, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperluas akses pendidikan dan pengembangan keterampilan bagi masyarakat.(r/bpn)












