Tim Karisma
Tim Karisma Soroti Isu Intervensi ASN Jelang Pilkada Karangasem. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Menjelang pencoblosan Pilkada serentak pada 24 November 2024, Tim Pemenangan Karisma semakin intens memantau dugaan intervensi terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) di Karangasem. Selain mengantisipasi praktik politik uang, isu tekanan atau intimidasi kepada ASN menjadi perhatian serius.

Ketua Tim Pemenangan Karisma, I Ketut Rudia, mengungkapkan bahwa isu ini selalu dibahas dalam diskusi tim. Menurutnya, tekanan terhadap ASN, seperti ancaman mutasi jika tidak mendukung pasangan calon (paslon) tertentu, adalah tindakan yang tidak etis dan melanggar aturan.

Baca Juga :  BRI Peduli Serahkan Bantuan CSR Renovasi Balai Serba Guna Banjar Dinas Pakel

“ASN tidak perlu takut dengan intimidasi. Mutasi memang merupakan kewenangan, tetapi ada ketentuan yang harus diikuti. Tidak bisa sembarangan. Hal seperti ini sangat kasihan bagi ASN yang seharusnya tetap netral,” tegas Rudia, Kamis (21/11/2024).

Rudia menekankan bahwa netralitas ASN merupakan prinsip yang harus dijaga, baik sebelum, selama, maupun setelah tahapan Pilkada berlangsung. ASN, sebagai pelayan masyarakat, tidak boleh terpengaruh oleh kepentingan politik tertentu.

“Kita semua ingin Pilkada ini berjalan sesuai aturan. Jika ada tekanan atau intimidasi terhadap ASN, itu merupakan tindakan culas yang mencederai demokrasi,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rudia juga mengklarifikasi mengenai tahapan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang sedang berlangsung. Ia menegaskan bahwa program ini adalah inisiatif pemerintah pusat untuk menyelesaikan persoalan tenaga honorer di daerah.

Baca Juga :  Nasib 81 Guru Honorer di Karangasem Terancam, Larangan Mengajar Berlaku Mulai 2027

“Rekrutmen P3K adalah program pusat. Pemerintah daerah hanya memiliki kewajiban mengusulkan sepanjang calon memenuhi syarat. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak diusulkan jika memang layak,” jelas Rudia.

Ia menambahkan, anggapan bahwa hidup ASN atau tenaga kontrak bergantung pada satu pihak adalah keliru.

“Hal ini perlu diluruskan agar tidak ada kesalahpahaman, terutama terkait peran pemerintah dalam pelaksanaan program ini,” tutupnya.

Tim Karisma mengajak seluruh pihak untuk menjaga Pilkada Karangasem tetap bersih dan berjalan sesuai aturan. Rudia berharap pesta demokrasi ini menjadi momentum untuk memperkuat integritas tanpa tekanan atau intimidasi, khususnya terhadap ASN yang berperan penting dalam pelayanan masyarakat.(st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News