BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Peristiwa kebakaran melanda Pasar Tradisional Sri Bantas di Banjar Batan Duren, Desa Cepaka, Kecamatan Kediri, Tabanan, Rabu (6/11/2024). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material yang timbul sekitar Rp8 miliar.
Kepala Pasar Tradisional Sri Bantas, Nyoman Mega Nopiudya (35) mengatakan, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WITA. Pada saat itu, ada pedagang yang melihat percikan api di dalam pasar, kemudian berusaha untuk memadamkan.
“Api terlalu cepat membesar, sehingga saya mengimbau kepada semua pedagang keluar untuk menyelamatkan diri, dan saya kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kediri, dan juga menelepon Pemadam Kebakaran Kabupaten Badung dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tabanan,” ujar Mega.
Sementara, Suparno (54) yang jadi saksi mata menerangkan, bahwa sumber api berasal dari lapak yang berada di dalam gedung utama.
“Beberapa pedagang berusaha memadamkan kobaran api tersebut, namun api semakin membesar, dan para pedagang keluar untuk menyelamatkan diri,” ujarnya.
Hal yang sama dikatakan pedagang di pasar tersebut, Sairozi (42).
Dihubungi secara terpisah, Kabid Damkar Satpol PP Tabanan, I Wayan Suakta (43) mengatakan, bahwa dalam upaya pemadaman kebakaran di pasar tersebut melibatkan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tabanan dengan mengerahkan empat unit armada, dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Badung lima unit armada.
“Secara keseluruhan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.00 Wita,” ujar Suakta.
Kapolsek Kediri, Kompol I Nyoman Sukadana mengatakan, dari hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian itu, penyebab kebakaran diduga karena korsleting listrik.
“Tidak ada korban jiwa, hanya timbul kerugian material sekitar Rp8 miliar,” ujarnya.
Puluhan kios dan ratusan lapak hangus terbakar di lahan sekitar 60 are itu. Rincian yang terbakar, antara lain kios sebelah utara yang berjumlah 22 kios, yang tidak terbakar delapan kios. Kios di sebelah selatan yang berjumlah 22 kios, yang tidak terbakar 11 kios.
Begitu juga di bangunan utama (tengah) ada 144 lapak, seluruhnya habis terbakar.
“Kami datang ke lokasi dan melaksanakan olah TKP, serta mencatat keterangan saksi-saksi. Sebagai catatan, atas kejadian tersebut, korban yang semuanya para pedagang di pasar itu tidak melaporkan peristiwa yang dialami ke ranah hukum, karena menganggap peristiwa tersebut sebagai musibah,” ujar Kompol Sukadana.(ita/bpn)













