Petugas pemadam kebakaran saat berusaha menjinakkan api yang melahap toko sembako dan pakaian di Banjar Dinas Kelod Kauh, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Sumber Foto : Istimewa
Petugas pemadam kebakaran saat berusaha menjinakkan api yang melahap toko sembako dan pakaian di Banjar Dinas Kelod Kauh, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Kelalaian dalam memastikan keamanan tempat usaha kembali memicu petaka. Sebuah toko sembako dan pakaian yang berlokasi di Banjar Dinas Kelod Kauh, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, ludes dilahap si jago merah pada Selasa (7/7/2026) pagi.

Insiden ini menjadi tamparan keras lantaran tempat usaha tersebut tercatat sudah dua kali mengalami musibah kebakaran dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Kejadian pertama terjadi pada Desember 2025 lalu toko milik Kadek Ayu (57) ini berhasil selamat dari korsleting listrik berkat aksi cepat warga, kali ini nasib baik tidak lagi berpihak. Api yang diduga kuat berasal dari dupa persembahyangan yang ditinggalkan dalam keadaan menyala, menghanguskan seluruh isi toko dan menyisakan kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Baca Juga :  Rumah Ludes Terbakar, Buruh Asal Menyali Alami Kerugian Capai Rp100 Juta

Peristiwa pilu ini bermula ketika Kadek Ayu membuka tokonya sekitar pukul 06.00 WITA untuk melakukan persembahyangan rutin di empat titik pelinggih dalam toko. Usai ritual, sekitar pukul 08.00 WITA, ia memutuskan pulang ke rumah dan meninggalkan toko dalam keadaan kosong tanpa mengecek kembali kondisi dupa yang masih membara.

Hanya berselang setengah jam, sekitar pukul 08.30 WITA, asap tebal dan kobaran api mulai membubung dari dalam bangunan berukuran 9×10 meter tersebut. Saksi mata, Komang Sri Marheni (42), yang menyadari kebakaran langsung histeris dan memanggil korban.

Meski sempat ada upaya pemadaman mandiri oleh warga menggunakan selang air PDAM, banyaknya material yang mudah terbakar membuat api dengan cepat merembet ke segala sudut. Api baru benar-benar dapat dijinakkan sekitar pukul 09.30 WITA setelah armada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Buleleng diterjunkan ke lokasi.

Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz seizin Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman menyampaikan kerugian yang ditimbulkan peristiwa tersebut diantaranya seluruh isi toko berupa sembako, perlengkapan sembahyang, dan pakaian. Bahkan ada yang tunai sejumlah Rp1,2 juta di dalam meja kasir juga ikut terbakar. Alhasil total kerugian diperkirakan mencapai angka Rp300 juta.

Baca Juga :  Rumah Ludes Terbakar, Buruh Asal Menyali Alami Kerugian Capai Rp100 Juta

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh Tim Inafis dan Unit Reskrim Polsek Sukasada, sumber api kali ini murni karena faktor kelalaian pasca-sembahyang, bukan karena masalah kelistrikan seperti akhir tahun lalu.

Merespons peristiwa berulang ini, IPTU Yohana memberikan peringatan keras kepada masyarakat luas agar tidak meremehkan potensi bahaya dari sisa aktivitas ritual harian.

“Kami mengimbau dengan sangat kepada seluruh masyarakat, khususnya para pedagang dan pemilik bangunan, agar selalu memastikan kondisi dupa, kompor, ataupun instalasi listrik dalam keadaan aman sebelum meninggalkan ruangan,” tegas IPTU Yohana.

Baca Juga :  Rumah Ludes Terbakar, Buruh Asal Menyali Alami Kerugian Capai Rp100 Juta

Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi para pelaku usaha di Bali bahwa sekecil apa pun bara api, seperti dupa pelinggih, berpotensi memicu bencana besar jika ditinggalkan tanpa pengawasan.(dar/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News