Made Mangku Pastika
Tokoh Masyarakat Bali, Made Mangku Pastika. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dalam pertemuan yang berlangsung pada hari Minggu lalu, mantan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Presiden RI Prabowo Subianto membahas Desa Adat di Bali. Mangku Pastika, yang duduk di samping Presiden selama makan siang, mengungkapkan pandangannya mengenai independensi Desa Adat di Bali dan pentingnya menjaga tradisi tanpa campur tangan politik praktis.

Mangku Pastika menuturkan bahwa Presiden Prabowo sempat menanyakan perihal Desa Adat dan posisinya dalam tatanan masyarakat Bali. Mangku Pastika menjelaskan bahwa Desa Adat memiliki kedudukan istimewa sebagai entitas otonom yang harus bebas dari pengaruh politik.

“Saya jelaskan ke Bapak Prabowo, Desa Adat itu harus bebas dari pengaruh politik praktis,” ujar Mangku Pastika pada Senin (5/11/2024) di Denpasar.

Baca Juga :  TRIHITA Mulai Bergerak, Bali Siapkan Ekosistem Transportasi Hijau Berbasis Desa Adat

Meski bukan bagian dari ASN atau TNI/Polri yang diwajibkan netral, Desa Adat menerima insentif dari negara berupa Dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK). Karena itu, imbuhnya, desa-desa ini tidak seharusnya terlibat dalam politik praktis, terlebih mengarahkan pilihan politik warganya.

Menurut Mangku Pastika, peran Desa Adat lebih kepada menjaga adat, budaya, dan kearifan lokal yang telah menjadi ciri khas Bali selama berabad-abad. Dengan menerima dukungan finansial dari pemerintah, sudah sewajarnya desa-desa ini mempertahankan independensinya dari dinamika politik praktis yang dapat mengancam stabilitas sosial dan kebudayaan.

Presiden Prabowo, kata Mangku Pastika, menyetujui pandangan tersebut. Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah pusat mendukung Bali untuk terus melestarikan adat dan budaya, tanpa menjadikannya sarana atau komoditas politik.

Baca Juga :  Lahan SD Bersertifikat Desa Adat, Pansus Aset Pertanyakan Kinerja BPN

“Presiden Prabowo sangat setuju jika sejatinya Bali tetap menjaga kelestarian adat dan budayanya, tetapi hendaknya tidak boleh malah dijadikan sarana dan komoditas politik,” terang Mangku Pastika.

Pernyataan ini menegaskan bahwa independensi Desa Adat Bali diharapkan tetap terjaga, sehingga masyarakat Bali dapat hidup dalam harmoni sambil melestarikan warisan budayanya. Pertemuan ini pun dipandang sebagai sinyal bahwa pemerintah pusat dan tokoh lokal sepakat untuk menjaga Bali sebagai pusat budaya tanpa intervensi politik praktis yang dapat merusak tatanan adat yang telah lama ada.

Baca Juga :  TRIHITA Mulai Bergerak, Bali Siapkan Ekosistem Transportasi Hijau Berbasis Desa Adat

Sementara itu terkait pembangunan bandara Bali Utara,Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk membangun Bandara Bali Utara di Kabupaten Buleleng.

Dalam kunjungannya ke Bali pada Minggu (3/11/2024) di Bendega Renon, Ketua Umum Gerindra tersebut menyatakan bahwa rencana pembangunan North Bali International Airport bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali.

Pernyataan Prabowo itu disambut optimisme oleh Mangku Pastika, sahabat dekatnya.

“Saya sangat mengenal komitmen beliau yang sangat kuat. Beliau juga seorang patriotik, cinta bangsa, cinta negara,” ujar Pastika. (bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News