bantuan
Nampak warga bergotong royong untuk memperbaiki Jaba Pura Segara Penimbangan yang diterjang abrasi di bulan Februari dan Maret lalu. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Kondisi Jaba Pura Segara Penimbangan di Desa Adat Panji, Buleleng rusak parah akibat abrasi yang terjadi sekitar Februari sampai Maret 2024. Kerusakan itu pun membuat warga harus lalu segera melangsungkan perbaikan. Apalagi piodalan akan digelar pada bulan Oktober 2024 mendatang.

Sekretaris Desa Adat Panji, I Gusti Nyoman Mangku menyampaikan biasanya kerusakan akibat abrasi diperbaiki menggunakan dana desa adat. Akan tetapi untuk tahun 2024 dana desa adat benar-benar minim dan tidak bisa dipakai untuk memperbaiki Jaba Pura Segara Penimbangan. Sehingga pihaknya mengundang langsung Ketua DPRD Buleleng Sementara Gede Supriatna untuk mendapat solusi mengingat piodalan akan berlangsung di Purnama Kapat yang jatuh pada Oktober 2024.

Baca Juga :  Buka Panggung Gembira TK se-Buleleng, Wardhany Sutjidra Tekankan Optimalisasi Golden Period Anak

Kerusakan Jaba Pura Segara Penimbangan kata Mangku setiap tahun disebabkan karena urugan dibawah paving yang memakai pasir terseret ombak. Sehingga ke depan rencananya akan dilakukan betonisasi agar lebih kuat atau tahan lebih lama.

“Biasanya kami tangani dengan dana desa adat, namun karena tahun ini dananya benar-benar minim jadi kami mohon uluran tangan dari pemerintah. Harapan kami jika ke depan ini menggunakan beton akan lebih lama rusak dibandingkan menggunakan paving. kami juga berharap segera bisa dibantu apalagi akan segera dilaksanakan upacara piodalan di kurang lebih lagi sebulan,” harapnya usai melangsungkan gotong royong bersama ratusan Krama, Rabu (11/9/2024).

Baca Juga :  Bupati Sutjidra Luncurkan Mobil Samsat Keliling untuk Mudahkan Layanan Pajak Kendaraan

Menjawab keresahan dari Krama Desa Adat Panji, Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Sementara, Gede Supriatna yang diundang langsung saat gotong royong mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng dan dinas terkait. Sebab menurutnya Jaba Pura Segara Penimbangan bisa diperbaiki untuk penanganan jangka pendek dengan mengambil dana bencana milik Pemkab Buleleng.

Sedangkan untuk solusi jangka panjang dalam mencegah kerusakan kembali terjadi ke depannya. Supriatna akan melakukan komunikasi dengan Balai Wilayah Suangi Bali-Penida agar bisa dibuatkan pemecah ombak yang menjorok ke tengah dengan panjang sekian meter untuk kenyamanan masyarakat yang hendak bersembahyang di Pura Segara Penimbangan.

Baca Juga :  Bupati Sutjidra Dorong Semangat Harmoni Lewat Penyaluran Hewan Kurban di Buleleng

“Saya sesegera mungkin berkoordinasi ke Pemkab Buleleng dan dinas terkait untuk penanganan jangka pendeknya. Perbaikan bisa memakai dana bencana milik Pemkab Buleleng dan saya rasa tahun ini bisa apalagi ada dana Biaya Tidak Terduga (BTT) yang dianggarkan untuk menangani bencana di Kabupaten Buleleng,” tegas dia.(dar/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News