Hukum
AHBI Hadir untuk Meningkatkan Skill Praktisi Profesional Dibidang Hukum dan Ekonomi. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Akademi Hukum dan Bisnis Indonesia (AHBI) didirikan oleh Petrus Loyani, SH., MH., MBA in Finance & Banking dengan Akta Notaris Yudianto Hadioetomo Nomor 3 tanggal 7 Oktober 2016. Hadir dengan Visi Memprofesionalkan profesional Hukum & Ekonomi.

Petrus Loyani mengungkapkan AHBI juga memiliki Misi Meningkatkan skill para praktisi profesional dibidang Hukum & Ekonomi melalui pendidikan terapan sedemikian sehingga mereka memiliki dua keunggulan sekaligus yaitu keunggulan kompetensi dan keunggulan kompetisi serta meningkatkan komitmen integritas sebagai profesional.

“Membuat para Lawyer punya dua keunggulan kompetensi dan kompetitif untuk menjawab kebutuhan link & match dunia kerja dan; 2. Mengeluarkan Advokat/Pengacara umum dari keadaan crowded, desak desakan akibat over supply; 3. Membuat Lawyer naik kelas dibanyak aspek, khususnya aspek kualitas ilmu dan skill profesionalnya dan kualitas status sosial ekonominya, karena para business lawyer, skill & knowledgenya sangat spesifik dibidang tertentu a.l dibidang Perpajakan, Perkreditan, Pasar modal, Perdagangan internasional, IPR, Fraud,” papar Petrus Loyani.

Terus terang saya katakan bahwa banyak Advokat/Pengacara yang tidak mampu mengambil bidang bidang tsb diatas khususnya 6 bidang teratas karena ke 6 bidang ilmu hukum ekonomi itu sedikit atau banyak melibatkan ilmu berhitung atau akuntansi, sementara ilmu berhitung itu merupakan kelemahan mendasar atau barier bagi para Advokat/Pengacara Indonesia, karena mereka lebih biasa dengan pendekatan kualitatif 3 N: ngomong, ngeyel dan ngotot singkatnya bersilat lidah dan bukan berargumen yang didukung data berbasis analisis kuantitatif. Richard Posner dalam bukunya Economic Analysis of Law, 1972 mengatakan seorang Lawyer yang paling cemerlangpun belum tentu mampu belajar economic analisis of law.

“AHBI menyelenggarakan Pendidikan Khusus Hukum Ekonomi dengan 7 sub spesialisasi bertujuan melahirkan para Lawyer/Profesional lain unggul baik unggul kompetensinya maupun unggul kompetisinya, sehingga mereka berpotensi menjadi Lawyer/Profesional dengan predikat 3E: Elite, Exclusive, Expensive. (kecil tapi berkualitas, berkelas khusus/spesial dan bertarif mahal). Tapi akhirnya the choice is yours, pilihan ada pada anda. Kehendak bebas anda menentukan hidup anda: berhasil atau gagal total, kaya atau miskin; menjadi aset atau beban,” ujarnya.

Untuk itu AHBI pada tanggal 7 Juni hingga 9 Juli 2023 akan menyelenggarakan Pendidikan Khusus Pengacara Pajak PKPP Bersertifikat dan dan tersumpah dengan kelas eksekutif selama tiga hari bertempat di Quest Sun Hotel jalan Mahendradatta Denpasar. Pendaftaran akan ditutup pada tanggal 30 Juni 2023 dan kuota sangat dibatasi. (*/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News