meningitis
Ilustrasi Meningitis. Sumber Foto : Shutterstock

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Masyarakat Kabupaten Buleleng dihebohkan dengan munculnya kasus meningitis setelah sejumlah warga dikonfirmasi suspek meningitis babi, usai sempat mengonsumsi lawar getih, sebuah hidangan tradisional Bali yang terbuat dari darah babi mentah.

Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat karena hingga akhir Mei 2023, sudah terdapat 10 orang yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buleleng, usai ditambah dua pasien asal Desa Penglatan dan Desa Sari Mekar, Kecamatan Buleleng.

Dimana kedua pasien itu mengalami gejala nyeri kepala, demam, kekakuan leher, dan tuli mendadak. Kedua pasien ini diketahui mengonsumsi lawar getih seminggu sebelum akhirnya dirawat di rumah sakit. Untuk memastikan sampel kultur dari kedua pasien tersebut akan diuji di laboratorium mikrobiologi.

Baca Juga :  ASN Baru Resmi Dilantik, Bupati Sutjidra Tekankan Etika dan Profesionalisme dalam Bertugas

Dokter Spesialis Neurologi RSUD Buleleng, Luh Putu Lina Kamelia mengatakan, sudah ada dua pasien yang dinyatakan positif terinfeksi meningitis, meskipun kondisi mereka sudah mulai membaik namun masih mengalami gangguan pendengaran.

“Dari hasil uji sampel kultur yang diambil dari pasien-pasien tersebut dan diuji di Laboratorium Mikrobiologi, hanya dua yang dinyatakan positif,” ungkap Dokter Spesialis Neurologi RSUD Buleleng, Luh Putu Lina Kamelia.

Selain itu, dr. Lina Kamelia juga menyampaikan bahwa seorang pasien dari Kelurahan Liligundi, Kecamatan Buleleng, dilaporkan meninggal dunia. Namun, belum ada konfirmasi resmi apakah kematian tersebut disebabkan oleh meningitis karena pihaknya belum sempat mengambil sampel.

Baca Juga :  Sambut Galungan, Astra Motor Bali Gelar Tradisi “Ngejot” Lewat Aksi Berbagi Daging

“Dari pemeriksaan fisik, memang ada tanda-tanda penurunan kesadaran. Namun, gejalanya tidak spesifik,” jelas dr. Lina Kamelia

Meskipun demikian, pasien tersebut menunjukkan gejala yang mengarah pada meningitis, seperti kekakuan leher dan penurunan kesadaran. Pasien juga diduga mengalami gangguan mental karena ketika dibawa oleh keluarganya, pasien tersebut mengamuk.

“Saat dibawa pasien tersebut mengamuk, sehingga diduga mengalami gangguan jiwa,” pungkasnya.(dar/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News