Karangasem Jadi Penyumbang PMI Terbesar Kedua di Bali, BP3MI Ingatkan Warga Waspada Penipuan Kerja Luar Negeri
Karangasem Jadi Penyumbang PMI Terbesar Kedua di Bali, BP3MI Ingatkan Warga Waspada Penipuan Kerja Luar Negeri. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Minat masyarakat Kabupaten Karangasem untuk bekerja ke luar negeri terus meningkat. Hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 963 warga Karangasem telah berangkat menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di berbagai negara.

Jumlah tersebut menempatkan Karangasem sebagai salah satu daerah dengan kontribusi PMI terbesar di Bali, yakni berada di posisi kedua setelah Kabupaten Buleleng.

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali, Muhammad Iqbal, mengatakan Bali saat ini berada di peringkat keenam nasional sebagai daerah penyumbang pekerja migran. Dari jumlah tersebut, Karangasem menjadi salah satu daerah dengan kontribusi tertinggi.

Namun, tingginya antusiasme masyarakat bekerja ke luar negeri juga harus dibarengi dengan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan, terutama tawaran pekerjaan dengan gaji besar dan proses keberangkatan instan.

Baca Juga :  Bupati Buleleng Serahkan Mobil Operasional Penanggulangan Bencana untuk Perkuat Layanan PMI

“Saat ini banyak penawaran kerja yang terdengar sangat menggiurkan. Masyarakat jangan mudah percaya dengan iming-iming tersebut. Pastikan seluruh proses keberangkatan sesuai prosedur dan melalui agen yang legal agar tidak menjadi korban penipuan maupun perdagangan orang,” ujar Iqbal, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, keberangkatan secara resmi menjadi hal penting untuk memastikan pekerja migran mendapatkan perlindungan negara. BP3MI memberikan pendampingan mulai dari proses administrasi, pengurusan dokumen, pembekalan sebelum keberangkatan, perlindungan selama bekerja di negara tujuan, hingga pelayanan setelah kembali ke Indonesia.

Selain itu, BP3MI Bali juga terus mendorong penguatan perlindungan PMI sejak tingkat desa melalui pembentukan Desa Migran Emas.

Saat ini, sebanyak 10 Desa Migran Emas telah terbentuk di Bali, terdiri dari lima desa di Kabupaten Jembrana, dua desa di Gianyar, dua desa di Buleleng, dan satu desa di Bangli.

Baca Juga :  Bupati Buleleng Serahkan Mobil Operasional Penanggulangan Bencana untuk Perkuat Layanan PMI

“Karangasem diharapkan segera menyusul untuk memperkuat perlindungan bagi calon pekerja migran sejak dari daerah asal,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Karangasem, I Ketut Mertadina, mengatakan jumlah warga Karangasem yang memilih bekerja ke luar negeri terus menunjukkan tren peningkatan.

Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 1.214 warga Karangasem menjadi PMI. Sementara hingga pertengahan 2026, jumlahnya sudah mencapai 963 orang dan diperkirakan akan melampaui capaian tahun sebelumnya.

“Baru satu semester sudah mendekati jumlah tahun 2025. Kalau sampai akhir tahun, kemungkinan jumlah warga Karangasem yang bekerja ke luar negeri akan lebih banyak lagi,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Buleleng Serahkan Mobil Operasional Penanggulangan Bencana untuk Perkuat Layanan PMI

Mertadina menjelaskan, mayoritas PMI asal Karangasem bekerja pada sektor hospitality, seperti kapal pesiar, hotel, spa, hingga industri pariwisata darat. Sejumlah negara tujuan favorit di antaranya Jepang, Turki, dan beberapa negara lainnya.

Ia menyebut, bekerja ke luar negeri memang membuka peluang ekonomi yang besar bagi masyarakat. Namun, pemerintah mengingatkan agar calon PMI tidak tergoda tawaran pekerjaan dari pihak yang tidak memiliki izin resmi.

Terlebih, masih ditemukan kasus pekerja migran yang berangkat secara nonprosedural hingga akhirnya mengalami berbagai persoalan di negara tujuan, termasuk kasus meninggal dunia.

“Kami mengimbau masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri agar berangkat melalui perusahaan penempatan atau agen resmi sesuai prosedur. Pemerintah siap memfasilitasi dan memberikan pelayanan agar keberangkatan berlangsung aman,” tegas Mertadina. (st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News