PLN UP2D Bali Tingkatkan Kompetensi Operator Command Centre untuk Layanan Kelistrikan yang Lebih Cepat dan Responsif
Manager PLN UP2D Bali Petrus Irwan Ichwansaputra (tengah) sedang memberikan arahan kepada operator command centre didampingi Manajemen Mitra Kerja Penyedia Tenaga Operator Command Centre. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan listrik yang cepat dan responsif, PLN UP2D Bali terus memperkuat kualitas pelayanan melalui peningkatan kompetensi operator command center. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Kampus Yantek berupa pelatihan dan upskilling komunikasi bagi operator command center.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi pelayanan sekaligus memperkuat koordinasi penanganan gangguan listrik agar pelanggan dapat memperoleh informasi yang cepat, jelas, dan menenangkan selama proses penanganan berlangsung.

Operator command center memiliki peran penting dalam sistem pelayanan kelistrikan PLN. Melalui aplikasi PLN Mobile, setiap laporan gangguan pelanggan akan diterima dan dipantau oleh operator sebelum diteruskan kepada petugas pelayanan teknik di lapangan. Karena itu, kemampuan komunikasi dan ketepatan koordinasi menjadi faktor utama agar proses penanganan gangguan dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

Baca Juga :  PLN UP2D Bali Gandeng Desa Dauh Puri Kangin, Perkuat Keamanan Kelistrikan dan Perlindungan Masyarakat

Selain menjadi pusat pemantauan laporan gangguan, operator command center juga berperan sebagai penghubung utama antara PLN dan pelanggan, khususnya dalam memberikan informasi perkembangan penanganan gangguan secara responsif dan informatif.

Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan, mengatakan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi menjadi bagian penting dalam menghadirkan pelayanan yang semakin humanis dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

“Pelanggan saat ini tidak hanya membutuhkan penanganan gangguan yang cepat, tetapi juga informasi yang jelas dan komunikasi yang responsif. Karena itu, operator command center perlu memiliki kemampuan komunikasi yang baik agar pelanggan merasa lebih tenang dan nyaman selama proses penanganan berlangsung,” ujar Petrus.

Baca Juga :  PLN Siapkan Sistem Kelistrikan Berlapis untuk Dukung Kelancaran PKB XLVIII 2026

Ia menambahkan, peningkatan kompetensi operator juga diharapkan mampu memperkuat koordinasi internal sehingga proses dispatch penanganan gangguan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

“Di Bali, keandalan listrik sangat mendukung aktivitas masyarakat, pariwisata, hingga kegiatan adat dan keagamaan. Karena itu, pelayanan yang cepat dan komunikasi yang baik menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan pelanggan,” tambahnya.

Sementara itu, Manajemen dari PT Bumi Sentosa, I Nengah Sumardiyasa selaku salah satu perusahaan mitra penyedia tenaga operator command centre menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membangun pola komunikasi pelayanan yang lebih adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelanggan.

Baca Juga :  PLN Hadirkan Booth Layanan di Bali Jagadhita 2026, Permudah Masyarakat Akses PLN Mobile

“Peserta tidak hanya dibekali teknik komunikasi pelayanan, tetapi juga pemahaman dalam menghadapi berbagai karakter pelanggan dan situasi layanan secara profesional. Harapannya, operator command centre dapat semakin percaya diri dan mampu memberikan pelayanan yang cepat, informatif, dan humanis,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, PLN UP2D Bali berharap kualitas pelayanan penanganan gangguan kelistrikan dapat terus meningkat sehingga masyarakat Bali memperoleh pengalaman layanan yang semakin baik, cepat, nyaman, dan terpercaya.(r/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News