BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Menjelang pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang akan berlangsung pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026, PT PLN (Persero), melalui Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali, memastikan kesiapan sistem kelistrikan guna mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan budaya terbesar di Pulau Dewata tersebut.
Berbagai langkah penguatan telah dilakukan PLN pada lokasi utama penyelenggaraan di Taman Budaya Art Center Denpasar, mulai dari pemeriksaan jaringan distribusi, gardu distribusi, instalasi listrik pelanggan, hingga penyiapan sistem pasokan berlapis untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan selama acara berlangsung.
Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, mengatakan bahwa keandalan pasokan listrik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan PKB yang setiap tahun menjadi ruang ekspresi seni budaya sekaligus daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan.
“PKB merupakan agenda budaya yang sangat penting bagi Bali. Karena itu kami berupaya memastikan seluruh pertunjukan, khususnya yang menggunakan sistem pencahayaan dan tata suara, dapat berlangsung dengan aman dan nyaman tanpa terganggu oleh pasokan listrik,” ujarnya di Denpasar, Rabu (10/6/2026).
Untuk menjaga keandalan, PLN menyiapkan dua sumber pasokan listrik utama yang berasal dari jaringan berbeda. Sistem ini didukung oleh perangkat Fast – Auto Transfer Switch (ATS) yang memungkinkan pasokan listrik tetap terjaga apabila salah satu jalur mengalami gangguan.
Selain itu, PLN juga menambah perangkat pendukung khusus yaitu unit Uninterruptible Power Supply (UPS) dengan total kapasitas sebesar 600 kVA. Terdiri dari dua unit UPS berkapasitas masing-masing 250 kVA ditempatkan di kawasan Art Center untuk mendukung kebutuhan listrik penerangan dan tata suara, khususnya di Panggung Ardha Candra, sementara satu unit UPS berkapasitas 100 kVA disiagakan pada lokasi pembukaan PKB di Lapangan Bajra Sandhi Renon.
Menurut Petrus, keberadaan UPS sangat penting untuk menjaga kontinuitas suplai listrik ketika terjadi perpindahan dari sumber utama ke sumber cadangan.
“UPS berfungsi, seperti power bank, menjaga agar tidak terjadi kedipan listrik saat proses peralihan sumber pasokan. Dengan demikian, peralatan pendukung pertunjukan tetap dapat beroperasi secara normal dan pengunjung tidak merasakan adanya gangguan,” jelasnya.
Sebagai lapisan pengamanan tambahan, pihak penyelenggara juga menyiapkan dua unit genset berkapasitas masing-masing 400 kVA yang dapat digunakan apabila terjadi kondisi darurat.
Tidak hanya memperkuat peralatan, PLN juga telah melakukan assessment terhadap jaringan distribusi, gardu distribusi, serta instalasi listrik yang melayani kawasan Art Center. Langkah tersebut dilengkapi dengan penyusunan prosedur siaga dan penguatan koordinasi antarpetugas untuk memastikan respons cepat apabila diperlukan.
Sebanyak 27 personel PLN UP2D Bali disiagakan selama pelaksanaan PKB dan akan bertugas secara bergantian melakukan pemantauan serta pengamanan sistem kelistrikan.
Meski demikian, PLN tetap mewaspadai berbagai potensi gangguan eksternal seperti cuaca ekstrem, pohon tumbang, hewan, maupun faktor teknis lainnya yang dapat memengaruhi jaringan distribusi listrik.
“Kami terus melakukan pemantauan dan pengawasan secara intensif agar potensi gangguan dapat diminimalkan sejak dini. Harapannya seluruh rangkaian PKB dapat berlangsung lancar sehingga masyarakat dan wisatawan dapat menikmati setiap pertunjukan dengan nyaman,” katanya.
Melalui berbagai langkah penguatan tersebut, PLN berharap dapat memberikan dukungan optimal bagi suksesnya PKB XLVIII Tahun 2026 sebagai salah satu agenda budaya terbesar dan paling dinantikan masyarakat Bali.(tis/bpn)













