Bali Hotels Association (BHA) dan Sungai Watch Pasang Barrier di Kerobokan, Jaring Ratusan Kilogram Sampah Tiap Bulan
Bali Hotels Association (BHA) dan Sungai Watch Pasang Barrier di Kerobokan, Jaring Ratusan Kilogram Sampah Tiap Bulan. Sumber Foto : tis/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, MANGUPURA – Bali Hotels Association (BHA) kembali berkolaborasi dengan Sungai Watch dengan memasang barrier atau penghalang sampah di aliran sungai Banjar Kancil, Kerobokan, Badung, Senin (4/5/2026).

Pemasangan ini menjadi kolaborasi kedua antara BHA dan Sungai Watch, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengatasi permasalahan sampah, khususnya yang bermuara ke laut.

Head of Sustainability BHA, Ankit Airon, menjelaskan bahwa pemasangan barrier ini merupakan hasil kontribusi anggota BHA yang ingin memberikan dampak nyata bagi lingkungan Bali.

“Ini adalah kolaborasi kedua kami dengan Sungai Watch. Tahun lalu kami sudah memasang satu barrier, dan sekarang kami bisa kembali mendukung dengan pemasangan barrier yang lebih besar di Kerobokan,” ujarnya.

Baca Juga :  Komit Dukung Bali 100 Persen Memilah Sampah, Wabup Pandu Ajak Masyarakat Mulai dari Rumah

Ia menambahkan, barrier yang dipasang akan dikelola langsung oleh tim Sungai Watch, termasuk proses pengangkutan sampah secara berkala. “Biasanya sekitar 300 hingga 350 kilogram sampah dapat dikumpulkan setiap dua hingga tiga minggu, tergantung kondisi di lapangan,” jelasnya.

Selanjutnya, sampah yang terkumpul akan dibawa ke fasilitas pengolahan Sungai Watch untuk dipilah. Sampah plastik yang masih memiliki nilai guna akan diolah kembali melalui unit Sungai Design menjadi berbagai produk seperti furnitur dan perlengkapan rumah tangga.

Pemilihan lokasi pemasangan barrier juga didasarkan pada kajian Sungai Watch yang memiliki data terkait titik-titik dengan tingkat pencemaran sampah tinggi. “Kami mempercayakan penentuan lokasi kepada Sungai Watch karena mereka memiliki data yang akurat mengenai kondisi sungai di Bali,” tambahnya.

Sementara itu, Manager Sungai Watch Facility Denpasar, Iqbal Rizali, mengungkapkan bahwa lokasi tersebut dipilih karena memiliki volume sampah yang cukup tinggi. “Di lokasi ini sebelumnya sudah pernah dipasang barrier, dan hasilnya cukup signifikan. Dalam satu bulan, bisa menangkap sekitar 400 hingga 600 kilogram sampah anorganik,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Sungai Watch saat ini telah memasang sekitar 25 barrier di wilayah Denpasar dan sekitarnya. Namun, masih banyak titik lain yang membutuhkan pemasangan serupa, meski terkendala kondisi lingkungan dan faktor sosial di masyarakat.

Proses pembersihan barrier dilakukan secara rutin, minimal setiap dua hari sekali. Namun, dalam kondisi tertentu seperti volume sampah yang tinggi, proses pengangkutan bisa mengalami penyesuaian.

Baca Juga :  Komit Dukung Bali 100 Persen Memilah Sampah, Wabup Pandu Ajak Masyarakat Mulai dari Rumah

Iqbal juga mengakui adanya tantangan di lapangan, seperti keluhan warga akibat bau dari sampah organik atau bangkai yang ikut terjaring, serta potensi luapan air saat musim hujan akibat penumpukan sampah di barrier.

“Karena tidak hanya sampah plastik, kadang juga ada sampah organik bahkan bangkai yang menimbulkan bau. Selain itu, jika tidak cepat dibersihkan, bisa memicu luapan air saat hujan,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya tetap berupaya maksimal menjaga kebersihan barrier melalui patroli rutin dan berkoordinasi dengan dinas terkait dalam proses pengangkutan sampah.(tis/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News