BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar akan meluncurkan Senam Kota Denpasar Vasudhaiva Kutumbakam dalam ajang Denpasar Education Festival (DEF) 2026 yang digelar pada 6–8 Mei 2026.
Mengusung tema ‘Edu-Green: Dari Sekolah Sehat, Wujudkan Denpasar Bersih’, DEF 2026 tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas murid dan guru, tetapi juga gerakan kolaboratif untuk mendorong pendidikan berkelanjutan di Kota Denpasar.
Penata gerak senam, I Komang Sucipta Banyuning, menjelaskan bahwa konsep gerakan senam ini terinspirasi dari program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang digagas Kemendikdasmen untuk mendukung visi Generasi Emas 2045.
“Tujuh kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Ini fokus pada kesehatan fisik, mental, dan pembentukan karakter,” ujarnya, Rabu (22/4/2026) di sela-sela latihan.
Ia menambahkan, senam ini juga selaras dengan visi pembangunan Kota Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya, dengan mengintegrasikan unsur kreativitas modern dan nilai-nilai lokal Bali.
Lebih lanjut, Sucipta menekankan bahwa senam ini mengadopsi semangat Vasudhaiva Kutumbakam, yang menjadi motto Kota Denpasar dan bermakna ‘dunia adalah satu keluarga’ atau ‘kita semua bersaudara’.
Konsep ini menitikberatkan pada nilai kolaborasi, toleransi, gotong royong, serta persaudaraan universal yang diharapkan mampu membentuk karakter generasi yang inklusif dan peduli terhadap lingkungan sosial.
“Dalam dunia pendidikan, nilai ini penting untuk membentuk murid yang menghargai keberagaman dan memiliki kepedulian global,” jelasnya.
Senam tersebut digarap selama kurang lebih satu bulan, mulai dari aransemen musik hingga koreografi gerakan. Ke depan, senam ini direncanakan tidak hanya disosialisasikan di sekolah, tetapi juga hingga ke tingkat banjar, desa, dan kelurahan.
“Harapannya bisa dilombakan, baik di tingkat sekolah maupun masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Disdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, menyampaikan bahwa DEF 2026 akan berfokus pada edukasi pengelolaan sampah sekaligus menjadi ruang inovasi bagi sekolah.
“DEF 2026 menjadi wadah bagi sekolah untuk menampilkan kreativitas, khususnya dalam pengelolaan lingkungan,” ujarnya.
Sekretaris Disdikpora Kota Denpasar sekaligus Ketua Panitia DEF 2026, Ni Made Ayu Agustini, menambahkan bahwa festival ini merupakan penyelenggaraan ketiga dan ditargetkan menarik sekitar 10.000 pengunjung.
“DEF 2026 akan berlangsung selama tiga hari dengan konsep tiga zona, yakni area lapangan, Dharma Negara Alaya, dan Taksu. Ini menjadi jembatan antara prestasi pendidikan dan tanggung jawab ekologis,” jelasnya.(sa/bpn)









