Pekerja Migran Indonesia
Ilustrasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Timur Tengah. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Dampak memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah membuat Pemerintah Kabupaten Karangasem meningkatkan pengawasan terhadap warganya yang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karangasem, I Ketut Mertadina, mengungkapkan saat ini tercatat 19 PMI asal Karangasem bekerja di sejumlah negara Timur Tengah.

Rinciannya, dua orang bekerja di Arab Saudi, sembilan orang di Uni Emirat Arab, dan tujuh orang di Kuwait.

“Sejauh ini kondisi mereka terpantau aman. Kami terus berkoordinasi dengan KBRI terdekat dan LPK yang memberangkatkan untuk memastikan situasi tetap terkendali,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Menurut Mertadina, pemantauan dilakukan secara berkala guna memperoleh informasi terkini terkait kondisi keamanan di negara penempatan. Langkah tersebut merupakan bentuk perlindungan pemerintah daerah terhadap warganya yang bekerja di luar negeri.

Selain memperkuat koordinasi, Disnakertrans juga mengimbau para PMI agar meningkatkan kewaspadaan serta menyimpan nomor penting, khususnya kontak darurat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara masing-masing.

“Kami minta seluruh PMI selalu menyimpan nomor KBRI terdekat. Jika ada situasi darurat, segera hubungi perwakilan resmi pemerintah Indonesia,” tegasnya.

Disnakertrans memastikan pembaruan data dan monitoring akan terus dilakukan selama situasi di Timur Tengah belum sepenuhnya kondusif. Pemerintah daerah berharap kondisi keamanan segera membaik sehingga para PMI asal Karangasem dapat bekerja dengan tenang dan aktivitas tetap berjalan normal.(st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News