
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Desa Adat Yangbatu, Kota Denpasar menggelar lomba ogoh-ogoh bertajuk Ngerupuk di Yangbatu serangkaian Nyepi Caka 1948 Tahun 2025. Kegiatan ini mengedepankan esensi pelaksanaan rangkaian Hari Suci Nyepi, khususnya Malam Pangrupukan serta meningkatkan nilai kebersamaan serta harmoni di masyarakat. Hal tersebut diungkapkan saat pelaksanaan Rapat Kordinasi dan Technical Meeting Kegiatan Ngerupuk di Yangbatu yang digelar di Aula SDN 15 Dangin Puri, Rabu (11/3/2026) malam.
Bendesa Adat Yangbatu, I Nyoman Supatra, menekankan bahwa kegiatan Ngerupuk di Yangbatu ini mengedepankan esensi pelaksanaan Malam Pangrupukan.
“Dalam warisan tetua di Yangbatu, dilaksanakan upacara nyomya bhuta kala dengan mesimbuh kesuna, jangu dan mesui, menyalakan api-apian, dan membuat keramaian lewat suara bising, termasuk ogoh-ogoh itu sendiri,” ujarnya.
Dikatakannya, kegiatan ini tidak hanya sekadar lomba ogoh-ogoh, tetapi juga merupakan upaya untuk mengembalikan nilai-nilai tradisional dan budaya yang telah diwariskan oleh leluhur.
“Kami ingin mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk lebih memahami dan menghargai warisan budaya kita, jadi fokusnya pada tattwa dan harmoni alam semesta,” tambah Supatra.
Ketua Panitia Kegiatan, I Wayan Agus Yuliawan, mengatakan bahwa kegiatan ini terinspirasi dari bagaimana pelaksanaan Malam Pangrupukan di Desa Adat Yangbatu zaman dahulu.
“Kami ingin menghidupkan kembali semangat kebersamaan dan gotong royong di masyarakat,” ujarnya.
Dikatakannya, lomba ogoh-ogoh ini diikuti oleh 5 karya dari kategori STT dan 10 karya dari kategori anak-anak. Selain itu, ada juga karya onthe spot dari adik-adik PAUD yang akan dipamerkan di hari H. Kegiatan Ngerupuk di Yangbatu ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan harmoni di masyarakat.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan budaya dan tradisi lokal.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Bali untuk melestarikan budaya dan tradisi kita,” kata Agus Yuliawan.
Kegiatan Ngerupuk di Yangbatu ini akan dimeriahkan dengan berbagai acara, termasuk pameran ogoh-ogoh, pertunjukan seni, dan lain-lain. Semua masyarakat diundang untuk hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ini. (r/bpn)












