BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM — Operasi pencarian terhadap nelayan asal Banjar Batukeseni, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, I Nengah Sarem (68), resmi dihentikan pada hari ketujuh, Jumat (13/2/2026).
Keputusan tersebut diambil setelah evaluasi yang dipimpin SAR Mission Coordinator (SMC) bersama seluruh unsur terlibat. Sesuai prosedur operasional standar (SOP) BASARNAS, operasi SAR dinyatakan ditutup pada hari ketujuh pencarian.
Kalaksa BPBD Kabupaten Karangasem, Ida Ketut Arimbawa, menyampaikan bahwa meskipun operasi resmi dihentikan, pencarian dapat kembali dibuka apabila ditemukan indikasi atau tanda-tanda keberadaan korban.
“Meski dihentikan, apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi SAR akan kembali dibuka untuk membantu proses evakuasi,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026) pagi.
Korban sebelumnya diketahui melaut seorang diri di perairan Amed pada Jumat, 6 Februari 2026 sekitar pukul 14.30 WITA. Namun hingga keesokan harinya, korban tidak kunjung kembali ke rumah.
Pihak keluarga bersama nelayan setempat sempat melakukan pencarian mandiri sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Pos SAR Karangasem untuk mendapatkan bantuan resmi.
Sejak laporan diterima, BPBD Karangasem melalui Pusdalops PB berkoordinasi dengan Pos SAR dan mengerahkan Tim Balawista untuk bergabung dalam operasi pencarian.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain BASARNAS, Polairud Polres Karangasem, Polair Polda Bali Pos Kubu, Pos AL Candidasa, Polsek Abang, Koramil Abang, Bakamla Bali, perangkat desa, serta masyarakat nelayan Bunutan.
Memasuki hari ketujuh, tim SAR gabungan kembali melakukan penyisiran menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Pantai Melasti Amed menuju perairan Kubu. Namun hingga pukul 10.24 WITA, hasil pencarian masih nihil.
Dengan dihentikannya operasi, pihak keluarga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan yang telah berupaya maksimal selama tujuh hari penuh.
Keluarga juga berharap adanya keajaiban agar korban dapat kembali dalam keadaan selamat.
Penutupan operasi ini menandai berakhirnya pencarian aktif di lapangan, sembari tetap membuka kemungkinan tindak lanjut apabila ditemukan perkembangan baru di kemudian hari.(st/bpn)













