
BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bebandem berlangsung dinamis dengan total 118 usulan dari delapan desa. Dari jumlah tersebut, forum menyepakati 24 usulan sebagai skala prioritas untuk diperjuangkan dalam tahapan pembahasan hingga penetapan APBD.
Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, menegaskan agar usulan yang diajukan benar-benar menyentuh kebutuhan mendesak masyarakat serta berdampak jangka panjang. Ia mengingatkan agar pembangunan tidak sekadar berorientasi pada aspek fisik yang bersifat kosmetik.
“Jangan lagi kita fokus pada usulan tembok penyengker sekolah. Kalau bisa, perbaiki fasilitas gedung, ruang kelas, serta lengkapi dengan buku-buku bacaan di perpustakaan. Dengan membaca, anak-anak kita bisa melihat dunia,” tegasnya saat Musrenbang di Aula Kantor Desa Bebandem, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur. Pendidikan yang berkualitas dinilai menjadi kunci agar generasi muda Karangasem mampu menjadi penggerak utama berbagai sektor, terutama jika terjadi pergeseran arus pariwisata dari Bali Selatan ke Karangasem.
Selain pendidikan, persoalan sampah juga menjadi perhatian dalam forum tersebut. Pandu mengajak seluruh elemen masyarakat membangun kesadaran kolektif dalam pengelolaan sampah mulai dari tingkat rumah tangga.
“Jangan sampai persoalan sampah membuat kita ditegur. Mari kita kelola bersama dari rumah tangga. Kalau ini jadi kebiasaan, pelan tapi pasti Karangasem akan bersih,” ujarnya.
Di sektor infrastruktur, perbaikan jalan menjadi prioritas, khususnya di kawasan pariwisata dan jalur galian C. Perbaikan jaringan irigasi untuk mendukung sektor pertanian juga masuk daftar prioritas, mengingat Bebandem memiliki potensi lahan subur yang perlu dijaga keberlanjutannya.
Forum Musrenbang turut menekankan penguatan layanan kesehatan dasar melalui Puskesmas serta peningkatan fasilitas pendidikan yang layak dan representatif.
Dari 118 usulan yang dibahas, 24 telah diprioritaskan. Namun, masih dibuka ruang selama tujuh hari ke depan untuk penyempurnaan usulan tambahan sebelum masuk tahap pembahasan lanjutan.
Terkait pengelolaan sampah, Camat Bebandem, I Gusti Ngurah Wiranata, menyatakan dukungannya agar setiap desa memiliki Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R). Saat ini, baru satu desa yang memiliki fasilitas tersebut.
“Kami dorong agar setiap desa bisa mengusulkan pembuatan TPS3R. Sejauh ini baru satu desa yang memiliki, kendalanya di lahan minimal 10 are. Ini akan kami komunikasikan kembali dengan warga dan desa adat yang memiliki lahan,” ungkapnya.(st/bpn)












