
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR — Asuransi Jasindo kembali menggelar kegiatan literasi asuransi di Bali sebagai upaya meningkatkan pemahaman pengelolaan risiko di lingkungan kerja. Kegiatan ini diikuti lebih dari 100 pegawai Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali dan dilaksanakan di Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema, menjelaskan bahwa kegiatan literasi ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026 yang tahun ini mengusung tema ‘Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif’.
“Melalui literasi asuransi ini, kami berharap peserta semakin memahami bahwa setiap aktivitas kerja memiliki risiko yang perlu dikelola secara tepat demi menciptakan lingkungan kerja yang aman dan berkelanjutan,” ujar Brellian.
Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali pemahaman praktis mengenai peran perlindungan asuransi dalam aktivitas kerja sehari-hari, termasuk pentingnya kesiapsiagaan menghadapi risiko yang dapat berdampak pada individu maupun keberlangsungan pelayanan institusi. Literasi ini diharapkan menjadi bekal tambahan bagi pegawai dalam menjalankan tugas secara lebih optimal dan bertanggung jawab.
Selain literasi asuransi, Asuransi Jasindo juga menyerahkan dukungan sarana penunjang kepada Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali. Bantuan tersebut meliputi perbaikan sarana ruang aula, pembaruan fasilitas olahraga berupa pengecatan lapangan voli beserta perlengkapannya, penyediaan dua unit LCD proyektor untuk ruang rapat, serta enam unit big garbage sebagai sarana kebersihan.
“Penyerahan sarana ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung terciptanya lingkungan kerja yang nyaman, aman, dan fungsional sehingga dapat menunjang pelayanan yang lebih optimal,” lanjut Brellian.
Menurutnya, keberhasilan Asuransi Jasindo tidak hanya diukur dari pencapaian bisnis, tetapi juga dari sejauh mana kehadiran perusahaan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
“Melalui kegiatan literasi dan dukungan fasilitas ini, kami meyakini bahwa membangun pemahaman dan kesiapan risiko di tempat kerja merupakan fondasi penting dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan,” pungkasnya.(*/bpn)








