Polisi saat mengecek ke TKP hilangnya anak babi milik warga di Banjar Dinas Geria, Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Buleleng pada Jumat (23/1/2026). Sumber Foto : Istimewa
Polisi saat mengecek ke TKP hilangnya anak babi milik warga di Banjar Dinas Geria, Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Buleleng pada Jumat (23/1/2026). Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Warga di Banjar Dinas Geria, Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Buleleng digegerkan oleh peristiwa hilangnya delapan ekor ternak dalam semalam. Musibah tersebut dialami bapak dan anak bernama Gede Sutama (35) serta Ketut Suparta (54) yang pada Jumat (23/1/2026) pagi mendapati ternak mereka diduga telah dicuri.

Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz membenarkan adanya peristiwa warga kehilangan delapan ekor anak babi di wilayah hukum Polsek Gerokgak. Menurut keterangan pelapor Gede Sutama, Jumat (23/1/2026) pukul 08.30 WITA seperti biasa Ia memberi makan ternak babinya yang ada di dalam kandang.

Baca Juga :  Sambut Galungan, Astra Motor Bali Gelar Tradisi “Ngejot” Lewat Aksi Berbagi Daging

Namun pagi itu, korban mendapati satu ekor anak babinya sudah berada di luar kandang. Setelah di cek ternyata tutup kandang yang terbuat dari asbes sudah dalam keadaan terbuka. Curiga korban lantas mengecek ke dalam kandang dan mendapat anak babi yang sebelumnya berjumlah delapan ekor hanya tersisa dua ekor.

Rasa curiga korban tidak berhenti sampai disitu, setelah mendapati peristiwa tersebut. Korban berinisiatif mengecek kandang milik bapaknya yakni Ketut Suparta yang berjarak sekitar 15 meter di barat kandang korban. Benar saja sesampainya di kandang bapaknya, Sutama mendapati sebanyak tiga ekor babi telah hilang.

Baca Juga :  Penyakit Misterius Serang Ternak Babi di Karangasem, Puluhan Ekor Mati dalam Tiga Pekan

“Benar sudah dilaporkan sorenya, anggota Polsek Gerokgak langsung mendatangi TKP untuk melakukan olah TKP serta kumpulkan barang bukti. Saat ini pelakunya masih dalam Lidik,” ungkap IPTU Yohana.

Terkait modus terduga pelaku, sementara kata IPTU Yohana diduga pelaku mengambil lima ekor anak babi milik korban dan tiga ekor anak babi milik bapak korban dengan cara masuk langsung ke dalam kandang lalu menangkapnya dengan tujuan menguasai untuk keperluan pribadinya. Kini akibat dari peristiwa tersebut korban dan ayahnya menderita kerugian total sekitar Rp4,7 juta.

Baca Juga :  Pencuri Sapi Berantai di Karangasem Dibekuk, Ternyata Juga Gasak Babi hingga Material Proyek

“Kasus ini masih ditangani Polsek Gerokgak, kami mengimbau masyarakat yang memiliki ternak agar tetap waspada,” singkatnya.(dar/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News