Wakil Komisaris Utama Pertamina
Wakil Komisaris Utama Pertamina, Todotua Pasaribu saat mengunjungi SPBU Bandara Ngurah Rai, Rabu (31/12/2025). Sumber Foto : tis/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Wakil Komisaris Utama Pertamina sekaligus Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi serta Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, melakukan peninjauan langsung kesiapan Satgas Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung pada Rabu (31/12/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Todotua menegaskan bahwa Pertamina membagi tugas pengawasan secara nasional untuk memastikan pelayanan energi berjalan optimal selama libur panjang akhir tahun.

“Pada kesempatan ini, saya sebagai Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Wakil Kepala BKPM, dan juga dalam fungsi saya sebagai Wakil Komisaris Utama dari Pertamina, melakukan pengawasan dan pengecekan terhadap kesiapan Pertamina, khususnya teman-teman dari PertaminaPatra Niaga, SPBU, SPBE, dan terminal-terminal BBM,” ujarnya.

Baca Juga :  Pertamina Turunkan Harga Bright Gas Mulai 14 Juli 2026, Bright Gas 12 Kg Kini Rp220 Ribu

Ia menjelaskan bahwa kunjungan kali ini difokuskan pada wilayah MOR V Jatimbalinus. Total lima lokasi ditinjau, yaitu satu Terminal BBM di Sanggaran, dua SPBU, dan dua SPBE.

Todotua menyebut Bali menjadi daerah dengan konsumsi energi yang meningkat signifikan pada periode Nataru mengingat tingginya kunjungan wisatawan.

“Provinsi Bali adalah salah satu yang kunjungan wisatawannya terbesar di Indonesia. Karena itu kami ingin memastikan ketersediaan dan keamanan penyaluran bahan bakar minyak dan LPG tetap terjaga,” jelasnya.

Menurutnya, peningkatan konsumsi LPG juga menjadi perhatian karena menjadi kebutuhan utama hotel dan restoran dalam rantai pasok pariwisata.

“Kita coba secara sampel mengecek tempat-tempat pelayanan BBM dan LPG untuk memastikan bahwa pelayanan ini berjalan dengan baik, dan peningkatan konsumsi dapat ter-cover dengan baik,” tambahnya.

Todotua mengakui adanya antrean panjang di beberapa titik pelayanan akibat meningkatnya mobilitas masyarakat dan kendaraan wisatawan.

“Ada bottleneck terhadap flow kendaraan roda dua dan roda empat. Ini yang akan terus kita pelajari, karena bisnis ini adalah bisnis pelayanan. Konsumen harus nyaman ketika melakukan pengisian,” tegasnya.

Pertamina juga akan mengevaluasi sistem di dispenser dan metode pembayaran agar pelayanan semakin optimal.

Baca Juga :  Pertamina Turunkan Harga Bright Gas Mulai 14 Juli 2026, Bright Gas 12 Kg Kini Rp220 Ribu

Secara nasional, Satgas Nataru Pertamina melakukan monitoring setiap hari untuk memastikan pasokan energi terjaga, termasuk di wilayah yang terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Distribusi dan pelayanan masih aman. Walaupun ada tantangan besar terkait bencana, satu per satu sudah mulai terurai. Kehadiran Pertamina sebagai perusahaan negara yang punya tugas besar terhadap ketahanan energi dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.(tis/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News